5 Fakta Pasca-kerusuhan di Manokwari, Janji Jokowi untuk Papua hingga Tak Ada Pengusiran Mahasiswa

Kompas.com - 20/08/2019, 07:05 WIB
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPresiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

KOMPAS.comPresiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk saling memaafkan pasca- kerusuhan di Manokwari dan insiden yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Malang, Surabaya dan Semarang. 

Jokowi juga menegaskan, akan tetap menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.

Sementara itu, isu pemulangan mahasiswa asal Papua di sejumlah wilayah juga dibantah oleh kepala daerah di wilayah yang sempat terjadi insiden bentrokan antara warga dan mahasiswa Papua. 


Lalu, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif menjelaskan, kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, harus ditangani secara proporsional.

Berikut ini sejumlah fakta terkait isu pemulangan mahasiswa Papua:

1. Presiden Jokowi ajak saling memaafkan

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, Rabu (20/12/2017) siang, tiba di Kabupaten Nabire, Papua. Mendarat di  Bandar Udara Douw Aturure, Jokowi dan Ibu Negara disambut tarian, nyanyian dan prosesi adat injak piring masyarakat dari dua suku, yakni Mipago dan Seireri.KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, Rabu (20/12/2017) siang, tiba di Kabupaten Nabire, Papua. Mendarat di Bandar Udara Douw Aturure, Jokowi dan Ibu Negara disambut tarian, nyanyian dan prosesi adat injak piring masyarakat dari dua suku, yakni Mipago dan Seireri.

Pasca-kerusuhan di Manokwari, Presiden Jokowi meminta seluruh warga Papua dan Papua Barat untuk tenang dan tidak meluapkan emosi secara berlebihan.

Jokowi mengatakan, alangkah lebih baiknya apabila masyarakat Papua dan Papua Barat memaafkan jika merasa tersinggung.

"Saya tahu ada ketersinggungan, oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

"Emosi itu boleh, memaafkan lebih baik. Sabar itu juga lebih baik," kata Jokowi.

Baca juga: Ricuh di Papua, Presiden Jokowi: Emosi Itu Boleh, Memaafkan Lebih Baik

2. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk Papua

Buya Syafii Maarif saat ditemui di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Senin (19/8/2019).KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Buya Syafii Maarif saat ditemui di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Senin (19/8/2019).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii mengatakan, orang Papua harus diperlakukan sejajar dengan masyarakat lain di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Probolinggo, Ketua KPU Mangkir Jadi Saksi

Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Probolinggo, Ketua KPU Mangkir Jadi Saksi

Regional
Jembatan di Pedalaman Pangkep, Barru dan Bone Akhirnya Diperbaiki

Jembatan di Pedalaman Pangkep, Barru dan Bone Akhirnya Diperbaiki

Regional
Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Regional
Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Regional
Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Regional
Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Regional
Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Regional
Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Regional
Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Regional
Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Regional
Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Regional
Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Regional
Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Regional
3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X