Mabes TNI AL: 3 ABK Pelaku Perkelahian di KM Mina Sejati Diketahui Membawa Parang

Kompas.com - 19/08/2019, 12:52 WIB
Puluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYPuluhan personel gabungan dari Brimob, Polres, Bakamla, Polairud dan personel SAR Tual dikerahkan untuk membantu pembebasan 23 ABK KM Mina Sejati yang disandera di perairan Kepulauan Aru, Senin dinihari (19/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Markas Besar TNI Angkatan Laut ( Mabes TNI AL) menyebut tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi otak pelaku perkelahian diatas KM Mina Sejati saat ini masih berada di atas kapal tersebut bersama 12 ABK lainnya.

Tiga ABK tersebut yakni Nurul Huda (Masinis), Ferri Dwi Lesmana dan Qersim ibnu Malik. Ketiganya saat ini masih berada di atas kapal sambil membekali diri mereka dengan senjata tajam.

“Ya mereka terduga pelaku menggunakan parang,” kata  Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal kepada Kompas.com via telepon selulernya, Senin (19/8/2019).

Zaenal mengatakan pihak TNI AL belum bisa memaksa masuk ke dalam kapal karena dikhawatirkan akan ada korban yang kembali berjatuhan.

Baca juga: Mabes TNI AL: Insiden KM Mina Sejati Bukan Pembajakan Tapi Aksi Kriminal

 

Untuk langkah pencegahan, TNI AL saat ini masih terus melakukan upaya pendekatan dengan para ABK yang berada diatas kapal tersebut dengan terus berupaya melakukan komunikasi.

“Pendekatan yang kita lakukan sambil melakukan pengawasan untuk untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi di kapal. Kita harus lebih hati-hati karena khawatirnya akan terjadi jatuh korban berikutnya,”ungkapnya.

Terkait motif di balik aksi perkelahian yang menyebabkan 7 ABK tewas tersebut, Zaenal belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap karena pihaknya sampai saat ini masih berupaya untuk menolong para ABK di atas kapal tersebut.

Dia menekankan bahwa insiden yang terjadi di atas KM Mina Sejati itu merupakan murni tindakan kriminal dan bukan merupakan aksi perompakan atau pembajakan sebagaimana yang ramai diberitakan.

Baca juga: KM Mina Sejati Dibajak, Polisi Menduga Ada Masalah Internal Sesama ABK

“Perlu digaris bawahi di sini bahwa kejadian tersebut bukan perompakan atau pembajakan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden keributan antarsesama ABK di atas KM Mina Jaya terjadi saat kapal tersebut sedang berlayar di perairan Kepulauan Aru pada Sabtu (17/8/2019) kemarin.

Insiden itu mengakibatkan 7 ABK tewas dan 11 lainnya selamat setelah berhasil melompat ke laut. Sementara 15 ABK lainnya masih berada di dalam kapal tersebut. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X