Cerita Kantin Salman ITB, Andalan Mahasiswa Berkantong Tipis

Kompas.com - 19/08/2019, 07:00 WIB
Kantin Salman ITB KOMPAS.com/RENI SUSANTIKantin Salman ITB


BANDUNG, KOMPAS.com – Jarum jam menunjukkan pukul 12.30 WIB. Satu per satu jemaah keluar meninggalkan Masjid Salman ITB, setelah melaksanakan shalat zuhur.

Sebagian besar dari jemaah tersebut kemudian memasuki ruangan sebelahnya, Kantin Salman ITB.

Mereka berjejer membentuk antrean terpisah antara ikhwan dan akhwat (laki-laki dan perempuan).

Di antara antrean tersebut, tampak Rizqi Samera (19). Pria yang mengenakan jaket almamater Teknik Dirgantara ITB ini menunggu antrean mengambil nasi.

Setelah 10 menit menunggu, ia kemudian mengambil nasi, tahu, tempe, siomai, sayur, kerupuk, dan sambal. Saat membayar di kasir, ia cukup mengeluarkan Rp 13.500.

Baca juga: Diciptakan Mahasiswa ITB, Robot Pembersih Rumput Liar secara Otomatis

“Saya cukup sering makan di sini, karena murah, pas di lidah saya, variannya banyak, dan ada sayur,” ujar Rizqi, kepada Kompas.com, di Kantin Salman ITB, belum lama ini.

Alasan sayur dan murah inilah yang membuat Rizqy kerap datang ke Kantin Salman. Sebab, di tempat lain jarang menyediakan sayur.

Misalnya, ayam geprek di sekitaran ITB, tidak memberikan sayur. Padahal, harganya Rp 15.000.

Sedangkan di Kantin Salman, uang Rp 15.000, sudah mendapat daging, sayur, dan lainnya.

Seperti yang disampaikan Made Yogga Anggara Pangestu (18). Mahasiswa asal Mataram ini mengaku bisa 2-3 kali seminggu makan di Kantin Salman ITB.

Kantin Salman ITBKOMPAS.com/RENI SUSANTI Kantin Salman ITB

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Perempuan di Jambi Diduga Diculik, Disekap 2 Pria di Dalam Mobil

Seorang Perempuan di Jambi Diduga Diculik, Disekap 2 Pria di Dalam Mobil

Regional
Berpamitan, ke Mana Risma Setelah Tak Lagi Menjabat?

Berpamitan, ke Mana Risma Setelah Tak Lagi Menjabat?

Regional
Polsek di Kalsel Diserang OTK, Satu Polisi Tewas, Mobil Patroli Dibakar

Polsek di Kalsel Diserang OTK, Satu Polisi Tewas, Mobil Patroli Dibakar

Regional
Pamit ke Warga Surabaya, Risma Nostalgia Soal Banjir, Ini Pesannya

Pamit ke Warga Surabaya, Risma Nostalgia Soal Banjir, Ini Pesannya

Regional
Bayi Baru Lahir Dibunuh dan Dibuang ke Selokan oleh Ibunya, Ini Alasannya...

Bayi Baru Lahir Dibunuh dan Dibuang ke Selokan oleh Ibunya, Ini Alasannya...

Regional
Gadis Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Selokan karena Ingin Menikahi Pria Lain

Gadis Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Selokan karena Ingin Menikahi Pria Lain

Regional
Peti Mati yang Hanyut di Sungai Belo Ternyata Kosong

Peti Mati yang Hanyut di Sungai Belo Ternyata Kosong

Regional
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Regional
Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Dinyatakan Sembuh

Regional
Risma Pamit, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Risma Pamit, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Regional
Wali Kota Risma: Mungkin yang Merasakan bukan Kita, Tapi Anak Cucu Kelak

Wali Kota Risma: Mungkin yang Merasakan bukan Kita, Tapi Anak Cucu Kelak

Regional
Fakta Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Korban Trauma hingga Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Fakta Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Korban Trauma hingga Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Tim Reaksi Cepat sampai Turun Tangan

Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Tim Reaksi Cepat sampai Turun Tangan

Regional
Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya hingga Hamil, Gadis 13 Tahun Ini Ternyata Yatim Piatu

Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya hingga Hamil, Gadis 13 Tahun Ini Ternyata Yatim Piatu

Regional
Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Berbisa via Pesawat

Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Berbisa via Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X