Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

Kompas.com - 18/08/2019, 22:41 WIB
Kontributor Bali, Robinson Gamar,
Khairina

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Muktamar di Bali pada 20-22 Agustus 2019.

Wakil Sekjen DPP PKB Ahmad Iman mengatakan, partainya membentuk Tim Pengkajian Amandemen UUD 1945 dan GBHN.

Tim pengkajian ini tinggal menunggu disahkan pada perhelatan Muktamar nanti.

"Kami akan mengkaji secara serius dan komprehensif terkait rencana amandemen terbatas UUD 45 ini," ujar Iman di Kuta, Bali, Minggu (18/8/2019).

Baca juga: Ini Tiga Agenda Strategis Muktamar PKB di Bali

Selain wacana amandemen terbatas UUD 1945, juga mengenai menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang bergulir di publik saat ini.

Panitia pengkajian itu, kata Iman, akan dikomandoi oleh profesor hukum tata negara dan profesor ilmu politik.

Saat ditanya mengenai nama profesor hukum tata negara dan profesor ilmu politik, Iman merahasiakannya.

"Tunggu nanti pas Muktamar. Kami akan beri kejutan mengenai sosok profesor yang akan memimpin Tim Pengkajian itu," ujarnya.

Menurut Iman, panitia pengkajian ini sangat penting untuk mendapatkan pemahaman dan perspektif lebih utuh baik secara ketatanegaraan maupun politik.

"Ini bentuk keseriusan kami untuk mengkaji rencana amandemen terbatas UUD 45 itu," kata Iman.

Baca juga: Panitia Muktamar PKB Pastikan Kehadiran Jokowi dan Ketua Parpol di Bali

Hasil kajian itu, lanjut Iman, akan dijadikan pedoman dan landasan PKB menentukan sikap apakah mendukung atau menolak rencana tersebut.

Menurutnya, rumusan GBHN nantinya menyangkut prinsip tentang tata negara Indonesia ke depan.

Jangan sampai rumusan GBHN akan menimbulkan persoalan baru, apalagi negara ini sudah pernah mempraktekkan hal itu pada pemerintahan sebelumnya.

"Karena itu diperlukan tim pengkajian yang berkompeten di bidang ketatanegaraan," kata Iman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com