[POPULER NUSANTARA] Pelajar SMK Beri Minum Polisi yang Terbakar | Bupati Mimika Marah Menteri Jonan ke Freeport

Kompas.com - 18/08/2019, 06:05 WIB
Detik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjuk rasa gabungan elemen mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/08/2019) siang yang berujung ricuh. Kompas.com/Firman TaufiqurrahmanDetik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjuk rasa gabungan elemen mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/08/2019) siang yang berujung ricuh.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - M Ridwan Suryana (18), pelajar SMK menjadi perbincangan warganet setelah aksi heroiknya menolong seorang anggota polisi yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019).

Ridwan terekam kamera sedang memberikan minum kepada polisi yang terbakar.

Sementara di Papua, Bupati Mimika protes atas kedatanganya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan yang memimpin upacara peringatan HUT ke-74 RI di dataran tinggi Tembagapura, Mimika, Papua, area PT. Freeport Indonesia.

Berikut ini 5 berita populer nusantara selengkapnya:

1. Siswa SMK beri minum polisi yang terbakar

M. Ridwan Suryana (18), pelajar SMK Pasundan Cianjur bercerita momen saat dirinya menolong seorang anggota polisi yang mengalami luka bakar di tengah aksi unjukrasa yang berujung ricuh di depan gerbang kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/08/2019)Kompas.com/Firman Taufiqurrahman M. Ridwan Suryana (18), pelajar SMK Pasundan Cianjur bercerita momen saat dirinya menolong seorang anggota polisi yang mengalami luka bakar di tengah aksi unjukrasa yang berujung ricuh di depan gerbang kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/08/2019)
M Ridwan Suryana (18), siswa kelas XII SMK Pasundan Cianjur jurusan Akuntansi menjadi perbincangan warganet setelah aksinya memberi minum polisi yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Cianjur terekam kamera.

Saat kejadian, Ridwan sedang istirahay makan siang dan melihat aksi unjuk rasa di halaman pendopo.

Dalam situasi chaos seperti itu, ia mengaku melihat seseorang yang belakangan diketahui seorang anggota polisi bernama Aiptu (sekarang Ipda) Erwin Yudha berlari dalam kondisi terbakar.

Sejumlah orang coba memadamkan api yang menyelimuti tubuh anggota Bhabinkamtibmas itu dengan air dari gelas-gelas air mineral seadanya.

Usai padam, korban sempat tergeletak sendirian di tepi trotoar.

Saat itulah, Ridwan berlari untuk menghampirinya.

“Awalnya saya tidak berani mendekat karena situasinya kacau. Tapi saya beranikan diri karena lihat bapak itu kasihan mengerang kesakitan,” kata dia.

Ridwan juga berteriak meminta bantuan orang sekitar seperti anggolta polisi dan Satpol PP.

"Mereka lalu nyetop angkot untuk membawanya ke rumah sakit. Saat itu kondisinya setengah tak sadarkan diri, saya ikut menggotong ke dalam angkot,” katanya.

Baca juga: Viral, Aksi Heroik Ridwan, Pelajar SMK yang Beri Minum Polisi yang Terbakar

 

2. Bupati Mimika marah Menteri Jonan pimpin upacara di Freport

Bupati Mimika Eltinus OmalengIRSUL PANCA ADITRA Bupati Mimika Eltinus Omaleng
Bupati Mimika Eltinus Omaleng marah saat mengetahui Menteri Jonan menjadi inspektur upacara di area Freeport, Sabtu (17/8/2019).

Menteri Jonan bersama Direktur Utama PT. Freeport Indonesia Tony Wenas beserta rombongan tiba di Timika, Jumat (16/8), menggunakan pesawat Airfast Indonesia.

"Yang kita sesalkan kenapa tidak singgah di pemda, kalau terjadi apa-apa di atas siapa yang mau tanggung jawab," kata Bupati Eltinus usai mengukuhkan Paskibra Mimika, Jumat malam.

Apalagi, kata Eltinus, area Freeport di Tembagapura merupakan daerah rawan yang sering terjadi teror penembakan oleh kelompok separatis bersenjata, terutama saat momentum 17 Agustus.

Baca juga: Bupati Mimika Marah Menteri Jonan Datangi Freeport, Tak Diberitahu hingga Rawan Penembakan

 

3. Siswa SMK yang beri minum ke polisi terbakar dapat penghargaan

Polisi mengamankan seorang pengunjukrasa dalam aksi yang berujung ricuh di depan kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/08/2019). Dalam aksi tersebut empat orang anggota polisi terluka karena mengalami luka bakar serius.Firman Taufiqurrahman Polisi mengamankan seorang pengunjukrasa dalam aksi yang berujung ricuh di depan kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/08/2019). Dalam aksi tersebut empat orang anggota polisi terluka karena mengalami luka bakar serius.
Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, polisi telah menyiapkan penghargaan khusus untuk M Ridwan Suryana (18), siswa SMK Pasundan Cianjur kelas XII jurusan Akuntansi itu.

“Penghargaan diberikan sebagai bentuk terima kasih atas kepedulian dan ketulusannya memberikan pertolongan kepada anggota kami, Aiptu Erwin yang sekarang naik pangkat menjadi Ipda,” kata Soliyah kepada wartawan, Jumat (16/8/2019) petang.

Ridwan adalah siswa SMK yang turut memberikan pertolongan kepada Aiptu (sekarang Ipda) Erwin Yudha Wildani, anggota polisi yang disiram bensin lalu terbakar dalam aksi unjuk rasa, Kamis (15/08/2019) di Cianjur.

Baca juga: Penghargaan Disiapkan untuk Ridwan, Siswa SMK yang Beri Minum ke Polisi Terbakar di Cianjur

 

4. Kesaksian Ridwan saat menolong polisi yang terbakar

M. Ridwan Suryana (18), seorang pelajar SMK saat memberikan pertolongan kepada anggota polisi yang mengalami luka bakar di tengah aksi unjukrasa yang berujung ricuh di depan gerbang kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/8/2019). KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN M. Ridwan Suryana (18), seorang pelajar SMK saat memberikan pertolongan kepada anggota polisi yang mengalami luka bakar di tengah aksi unjukrasa yang berujung ricuh di depan gerbang kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/8/2019).
Ridwan mengaku ada di lokasi unjuk rasa itu sendiri karena tengah menjalani magang atau praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu kantor di lingkungan Pendopo Bupati Cianjur.

Sesaat sebelum kejadian itu berlangsung, dia sedang istirahat makan siang.

“Saya dengar ada demo di depan, saya penasaran lalu ke sana untuk melihat, tiba-tiba pada ribut suasananya jadi kacau,” tutur Ridwan.

Seorang polisi, lanjut dia, tiba-tiba berlari dalam kondisi terbakar. Setelah api dipadamkan oleh beberapa orang, dia sempat tergeletak tak berdaya di pinggir jalan.

“Saya cari-cari air nemu dari gelas Aqua, saya minumkan ke bapak polisi itu sambil coba menenangkannya,” ucapnya.

Foto dirinya yang sedang menolong korban pun kini tersebar luas di laman Facebook dan Instagram dengan dibanjiri komentar pujian.

“Saya tidak punya maksud apa-apa, saat itu saya spontanitas saja ingin menolongnya karena kasihan melihatnya sendirian mengerang kesakitan,” ujarnya.

Baca juga: Kesaksian Ridwan, Siswa SMK yang Tolong Polisi Terbakar di Cianjur

 

5. Orangtua mahasiswa yang lempar bensin minta maaf

Api.Shutterstock Api.
Orangtua dari mahasiswa berinisial RS (19) yang telah ditetapkan sebagai tersangka pelempar bensin ke polisi yang terbakar dalam unjuk rasa di Cianjur, Kamis (16/8/2019), meminta maaf atas perbuatan anaknya.

“Saya tidak tahu anak saya ikut demo. Tahu-tahu tadi siang (kemarin) sudah ada fotonya (beredar di aplikasi perpesanan WhatsApp sebagai tersangka),” kata Enung (49), saat ditemui di rumahnya, Jumat (16/8/2019) malam.

Dia tidak menyangka sama sekali bahwa anak keduanya yang dikenal baik dan pendiam itu harus berurusan dengan hukum.

“Lihat kondisi seperti ini saya sedih. Karena kesehariannya baik, semua orang di sini juga tahu baik, tidak pernah melakukan yang tidak-tidak,” ucapnya.

Enung pun melayangkan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada semua pihak, terutama korban dan keluarga korban atas apa yang telah diperbuat anaknya itu.

“Saya meminta maaf, mohon maaf untuk korban dan keluarga korban,” ucapnya lirih.

Baca juga: Minta Maaf, Orangtua Mahasiswa yang Lempar Bensin ke Polisi Terbakar di Cianjur

SUMBER: KOMPAS.com (Firman Taufiqurrahman, Irsul Panca Aditra_

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, Bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, Bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X