Kapasitas 200 Orang, Lapas Jombang Dihuni 840 Napi dan Tahanan

Kompas.com - 17/08/2019, 17:16 WIB
Tarian Indonesia Bekerja diperagakan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Jombang Jawa Timur. Tarian itu diperagakan saat HUT ke 74 Kemerdekaan Indonesia, di komplek Lapas Jombang, Sabtu (17/8/2019). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍTarian Indonesia Bekerja diperagakan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Jombang Jawa Timur. Tarian itu diperagakan saat HUT ke 74 Kemerdekaan Indonesia, di komplek Lapas Jombang, Sabtu (17/8/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas IIb Jombang Jawa Timur, disebut mengalami over kapasitas hingga 420 persen.

Kepala Lapas Jombang Wachid Wibowo mengungkapkan, berdasarkan catatan terakhir, jumlah penghuni atau warga binaan Lapas Jombang termasuk tahanan titipan pengadilan yaitu 840 orang.

Dijelaskan, Lapas Jombang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Sejak masa kemerdekaan hingga saat ini, bangunan itu belum berubah.   

"Ini bangunan lama, dibangun tahun 1920. Sampai saat ini belum ada rehab yang sifatnya total," katanya saat acara pemberian remisi bagi narapidana, di Lapas Kelas IIb Jombang, Sabtu (17/8/2019).

Baca juga: HUT Ke-74 RI, Napi Teroris di Lapas Kendal Dapat Remisi 6 Bulan

Menurut Wachid, jumlah penghuni Lapas Jombang saat ini jauh dari kapasitas ideal. Kapasitas untuk Lapas Jombang, idealnya diisi oleh 200 orang tahanan dan narapidana.

"Dari kapasitas yang ada, untuk (menampung) 200 orang. Sementara, isi penghuni Lapas Jombang, seluruhnya 840 orang," ujar dia.

Disebutkan, Lapas Jombang dihuni oleh 307 tahanan laki-laki, serta 12 tahanan perempuan. Sedangkan dari unsur narapidana, ada 504 napi laki-laki, serta 17 napi perempuan.

Baca juga: 5.829 Napi Lapas Samarinda Dapat Remisi, Negara Hemat Rp 11 Miliar

Menurut Wachid, over kapasitas hingga 420 persen di Lapas Jombang, perlu segera ditangani bersama agar lebih manusiawi.

"Mudah-mudahan, over kapasitas yang sudah 420 persen ini menjadi perhatian kita semua," ujar Wachid dihadapan Bupati Jombang Mundjidah Wahab, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang Jawa Timur, Mundjidah Wahab mengatakan, over kapasitas di Lapas Jombang memang perlu menjadi perhatian dan dipikirkan bersama oleh semua pihak, termasuk Pemkab Jombang.

Baca juga: 661 Napi Lapas Palopo Diusulkan Dapat Remisi HUT Ke-74 RI, 14 Napi Bakal Bebas

Pemkab Jombang, ujar Mundjidah, bisa terlibat dalam menangani over kapasitas Lapas Jombang.

Bahkan jika memungkinkan, akan dibangun Lapas baru sepanjang sesuai dengan kebutuhan dan tidak menyalahi prosedur.

"Kami tidak keberatan, asal regulasinya jelas. Kami akan konsultasikan kepada Kemendagri dan BPK. Kalau kita diperkenankan dan ada regulasi yang jelas, tidak ada masalah," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, sebelum meninggalkan Lapas Jombang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X