Menilik Makna Busana Suku Sasak yang Dikenakan Jokowi...

Kompas.com - 17/08/2019, 08:21 WIB
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPresiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Presiden Indonesia Joko Widodo tampil beda saat berpidato di sidang paripurna DPR-MPR, Jumat (16/8/2019) kemarin. Ia mengenakan busana adat salah satu suku di Indonesia.

Pada awal sambutannya, Jokowi mengatakan, banyak orang menanyakan perihal busana yang ia kenakan.

Jokowi dengan menggunakan bahasa Sasak menyebutkan, pakaian itu merupakan pakaian adat suku Sasak dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Tadi banyak yang menanyakan, pakaian yang saya pakai ini dari daerah mana. Nunas nurghe, tiang matur, ini pakaian dari Sasak Nusa Tenggara Barat," kata Jokowi di hadapan anggota DPR dan MPR.

Pakaian yang dikenakan Jokowi tentunya tidak hanya sekedar busana tanpa makna. Dalam adat Sasak, setiap cara berpakaian mencerminkan nilai kepribadian seseorang.

Baca juga: Pidato Kenegaraan, Jokowi Ganti Kostum Pakai Baju Adat Sasak

Budayawan asal Lombok Tengah, NTB Saefudin Kasim menjelaskan makna dari pakaian adat Sasak.

Pertama, ia menjelaskan ikat kepala yang dikenakan Jokowi, yakni bernama udeng.

Dalam adat Sasak, model udeng (ikat kepala) yang dikenakan Jokowi merupakan simbol kewibawaan yang biasanya dikenakan bagi para bangsawan di tanah Lombok.

"Kalau cara memakai udeng (ikat kepala) yang dikenakan pak Jokowi dengan mempunyai ujung ke depan, itu pertanda kewibawaan seorang pemimpin bangsawan," jelas Kasim Sabtu (17/8/2019)

Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB setelah menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB setelah menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Dalam adat Sasak sendiri, ada tiga model penggunaan ikat kepala, yaitu yang dikenakan Jokowi menandakan kewibawaan, ikat kepala menghadap belakang pertanda sebagai tukang masak dalam upacara adat Sasak.

Sementara ikat kepala miring ke samping, pertanda bahwa pemakainya adalah petarung yang pemberani.

Baca juga: Pakai Baju Adat Sasak, Jokowi Perlihatkan Indonesia Bukan Hanya Jakarta dan Jawa

Kedua, soal baju yang dikenakan Jokowi. Kasim mengatakan, baju yang dikenakan menandakan kebesaran dan keistimewaan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X