Kilang Minyak di Balik Papan Terbakar: 'Saya kumpulkan barang berharga dan siap lari'

Kompas.com - 16/08/2019, 16:22 WIB
Kebakaran di kilang Pertamina Balikpapan terjadi kurang dari sebulan setelah kebocoran gas dan minyak di Karawang milik perusahaan pelat merah itu. dok BBC IndonesiaKebakaran di kilang Pertamina Balikpapan terjadi kurang dari sebulan setelah kebocoran gas dan minyak di Karawang milik perusahaan pelat merah itu.
Editor Rachmawati

"Bagi saya kejadian ini biasa karena ada suling yang berbunyi, tapi warga tadi memang sempat panik," ujarnya.

Titik kebakaran ini berada di kilang Pertamina di sekitar Pelabuhan Semayang dan Jalan Minyak, Balikpapan. Asap hitam pekat terlihat melambung ke udara. Lalu lintas daerah itu pun sempat ditutup.

Baca juga: Kilang Minyak di Balikpapan Terbakar, Ini Penjelasan Lengkap Pertamina

Pejabat hubungan masyarakat Pertamina wilayah Kalimantan, Heppy Wulansari, mengklaim pihaknya sudah dapat mengatasi kebakaran.

Heppy berkata, proses pendinginan tengah dilakukan sebelum investigasi dimulai untuk mencari penyebab dan kerugian akibat kejadian ini.

"Dampak untuk masyarakat sekitar kilang sudah kami antisipasi. Tadi api memang cukup besar, karena angin, sempat mengarah ke perumahan warga."

"Kami juga sudah bagikan masker," tuturnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Tunggu Hasil Investigasi Pertamina soal Minyak Tumpah di Karawang

Heppy mengklaim, asap kebakaran pipa minyak ini tak akan merusak kualitas udara Balikpapan. Kalaupun terdapat penduduk yang mengalami gangguan pernafasan, Pertamina disebutnya akan menyediakan tenaga medis.

Lebih dari itu, Pertamina menjamin kebakaran pipa ini tidak akan mempengaruhi ketersediaan bahan bakar dan gas LPG untuk kawasan Kalimantan dan Indonesia Timur.

Sejak Mei lalu, Pertamina menjalankan tahap satu pengembangan kilang Balikpapan. Proyek yang ditargetkan selesai 2023 dan berbiaya US$5,3 miliar itu digelar untuk meningkatkan kuantitas produk BBM dari standar euro II ke level IV.

Proyek itu juga digelar untuk menggenjot produksi minyak dari 260 ribu barel per hari ke angka 360 ribu barel.

Baca juga: Pembersih Tumpahan Minyak Pertamina Temukan Jenazah Pria Membusuk di Pantai

Tumpahan minyak Pertamina yang terdokumentasi di pantai Karawang, 4 Agustus lalu. dok BBC Indonesia Tumpahan minyak Pertamina yang terdokumentasi di pantai Karawang, 4 Agustus lalu.

Kebakaran ini terjadi kurang sebulan setelah kebocoran gas dan minyak pada proyek Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java.

Kebocoran itu mencemari lautan Karawang, Bekasi, dan Jakarta. Akibat pencemaran daerah perikanan tersebut, pendapatan nelayan lokal terguncang.

Sementara itu, April 2018, minyak Pertamina juga tumpah di Teluk Balikpapan. Karyawan perusahaan pelat merah itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kejadian yang merusak ekosistem laut tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Regional
Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Regional
Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Berkoalisi Lawan Gibran, PSI: Pencapaian Kami Ternyata Ada Harganya

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Berkoalisi Lawan Gibran, PSI: Pencapaian Kami Ternyata Ada Harganya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X