Lomba 17 Agustus, Wali Kota Langsa Larang Permainan Panjat Pinang

Kompas.com - 16/08/2019, 11:52 WIB
Para Waria mengikuti kegiatan Lomba Panjat Pinang, Rusunawa Albo, DKI Jakarta pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2018, dalam usahanya untuk bergabung bersama masyarakat. (Foto: PKBI, Yudi Supriadi/KOMPAS.com)PKBI, Yudi Supriadi/KOMPAS.com Para Waria mengikuti kegiatan Lomba Panjat Pinang, Rusunawa Albo, DKI Jakarta pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2018, dalam usahanya untuk bergabung bersama masyarakat. (Foto: PKBI, Yudi Supriadi/KOMPAS.com)


LANGSA, KOMPAS.com - Wali Kota Langsa Usman Abdullah yang akrab disapa Toke Suum, melarang masyarakat di Langsa, Aceh, menggelar lomba panjang pinang dalam rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokoler Pemerintah Kota Langsa M Husin membenarkan adanya larangan itu.

Ia mengatakan, larangan itu dibuat, karena panjat pinang dianggap sebagai permainan peninggalan Belanda saat masih menjajah Indonesia.

“Panjat pinang itu peninggalan kolonial Belanda dan tidak ada unsur edukasinya kegiatan itu. Sehingga, Pak Wali mengimbau seluruh rakyat tidak menggelar lomba panjat pinang di Kota Langsa,” kata Husin saat dihubungi, Jumat (16/8/2019).


Baca juga: Touring Kemerdekaan 2019, Peringatan HUT RI dan Solidaritas 3 Negara

Husin mengatakan, kebijakan melarang lomba panjat pinang itu juga sudah dibahas dalam rapat panitia peringatan HUT ke-74 RI pada 17 Agustus 2019 mendatang.

Menurut Husin, Pemerintah Kota Langsa sudah menyurati sejumlah pihak terkait larangan lomba panjat pinang.

Surat dilayangkan kepada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), seluruh kepala desa, perusahaan BUMN, perusahaan swasta, serta berbagai pihak lainnya.

Meski demikian, menurut Husin, larangan itu baru sebatas imbauan.

Pemerintah Kota Langsa tidak akan memberikan sanksi kepada warga atau instansi yang melanggar.

“Tidak ada sanksi bagi yang menggelar larangan itu. Namun, alangkah baiknya agar lomba panjat pinang tersebut tidak digelar oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Husin.

Baca juga: 106 Penyelam Gelar Upacara HUT RI di Perairan Perbatasan Papua Nugini

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Regional
Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X