Pengelola Baturraden Gelar Atraksi Seni Budaya Agar Kunjungan Turis Kembali Meningkat

Kompas.com - 16/08/2019, 09:35 WIB
Salah satu wahana di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa TengahKOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Salah satu wahana di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

BANYUMAS, KOMPAS.com - Paguyuban pelaku wisata di kawasan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan menggelar atraksi seni dan budaya.

Hal itu untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan yang menurun akibat kenaikan aktivitas Gunung Slamet.

Pengelola objek wisata Baturraden Adventure Forest Bilwan Feriyanto mengatakan, kegiatan tersebut untuk menunjukkan bahwa kawasan wisata aman dikunjungi wisatawan.

Selama ini sebagian wisatawan ragu datang ke Baturraden, karena banyaknya informasi di media sosial yang simpang siur terkait status Gunung Slamet. 


"Walaupun status Gunung Slamet waspada, objek-objek wisata di Baturraden masih tetap dibuka dan tetap aman dikunjungi. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," kata Bilwan, Jum'at (16/8/2019).

Baca juga: Status Waspada, Ini 5 Kabupaten Rawan Terdampak Erupsi Gunung Slamet

Kegiatan yang akan digelar antara lain jelajah alam, pendakian ritual Gunung Slamet, lomba tujuh belasan warga bersama turis dari Belgia, upacara bendera di sungai hingga pertunjukan seni budaya di Lokawisata Baturraden.

Menurut Bilwan dari hasil diskusi bersama pelaku wisata, kegiatan akan digelar di masing-masing objek wisata.

Sedangkan puncak acara akan digelar bertepatan dengan perhelatan Grebeg Suran Baturraden, 22 September 2019 mendatang. 

Dampak Gunung Slamet

Sementara itu, Ketua Aliansi Pariwisata Banyumas Muslimin mengatakan, pihaknya tengah mendata objek wisata yang akan menggelar atraksi seni budaya tersebut.

"Saat ini kami sedang mendata. Satu atau dua hari kemudian, hasilnya akan dipublikasikan," ujar Muslimin.

Sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan, khususnya di Lokawisata Baturraden pada akhir pekan lalu menurun hingga 50 persen dari sebelumnya lebih dari 2.000 pengunjung.

Hal itu merupakan dampak kenaikan status Gunung Slamet dari normal (level I) menjadi waspada (level II) sejak 9 Agustus lalu.

Baca juga: 5 Fakta Status Gunung Slamet Naik Waspada, Diminta Tetap Tenang hingga 80 Pendaki Dievakuasi

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Regional
Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X