Dewan Adat Dayak Beri Pendampingan Hukum Tersangka Karhutla Kalbar

Kompas.com - 16/08/2019, 09:19 WIB
Ilustrasi pengadilan.Thinkstock Ilustrasi pengadilan.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menerpa Kalimantan Barat (Kalbar) sejak satu bulan terakhir. Akibat yang timbul dari kebakaran itu, ialah kabut asap yang menyelimuti langit di Bumi Khatulistiwa.

Aparat kepolisian kemudian sigap mencari tahu penyebab kebakaran dan sumber api. Hasil dari penyelidikan yang dilakukan, sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka dari 26 kasus yang diproses.

Selain itu, ada juga 6 perusahaan yang masih dalam langkah-langkah penyelidikan.

Ketua Bidang Perempuan, Kesehatan dan Anak, dan Penanggulangan Bencana,  Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Angeline Fremalco berharap tidak ada upaya kriminalisasi dan menjadikan petani atau peladang kecil sebagai kambing hitam atas kebakaran hutan dan lahan.


Baca juga: Meningkat, Perkara Karhutla yang Ditangani Polisi Capai 100

"Sejatinya, kami (DAD Kalbar) mendukung penegakkan hukum bagi pelaku karhutla. Tapi kami juga berharap aparat tidak gegabah dengan menangkap petani," kata Angelina, kepada Kompas.com, Jumat (16/8/2019).

Kearifan lokal

Seperti diketahui, sebagian masyarakat petani di Kalbar, mengenal metode bercocok tanam berpindah-pindah.

Mereka bercocok tanam, dari lahan satu ke lahan yang lain. Salah satu cara yang digunakan untuk mengolah lahannya adalah dengan cara dibakar.

"Metode itu telah menjadi kearifan lokal. Dan telah ada ketentuan yang mengaturnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, ketentuan yang dimaksud adalah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca juga: Menurut Moeldoko, Karhutla Sulit Dipadamkan Karena Banyaknya Titik Api

Menurut dia, dalam undang-undang itu, pembakaran lahan dengan luas lahan maksimal 2 hektar per kepala keluarga untuk ditanami tanaman jenis varietas lokal dengan dikelilingi oleh sekat bakar sebagai pencegah penjalaran api, diperbolehkan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Regional
Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X