6 Fakta Polisi Terbakar Saat Jaga Demo, Diduga Disiram Bensin hingga 15 Mahasiswa Diamankan

Kompas.com - 16/08/2019, 06:35 WIB
Detik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjukrasa mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat yang berunjung ricuh KOMPAS.com/Firman TaufiqurrahmanDetik-detik api membesar dan melukai empat orang anggota polisi dalam aksi unjukrasa mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat yang berunjung ricuh

KOMPAS.com - Ada tiga anggota polisi yang mengalami luka bakar saat mengamakan unjuk rasa mahasiswa di Cianjur, pada hari Kamis (15/8/2019).

Peristiwa tersebut terjadi saat massa membakar ban setelah gagal bertemu dengan pimpinan Pemerintah Daerah Cianjur dan DPRD cianjur.

Seorang anggota polisi bernama Aiptu Erwin pun mencoba memadamkan api. Namun, tiba-tiba dari kerumunan massa ada yang menyiramkan cairan yang diduga bahan bakar.

Akibatnya, satu anggota polisi mengalami lukua bakar hingga 80 persen dan terpaksa dirujuk ke Jakarta.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kronologi insiden polisi terbakar saat jaga demo

ilustrasi massaGetty Images/iStockphoto/champc ilustrasi massa
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, insiden tersebut terjadi anggota polisi mencoba memadamkan ban yang dibakar massa.

"Pada saat pemadaman ada salah satu oknum dari 50 orang tadi ini menyiram yang bersangkutan dengan bahan bakar minyak sehinga kondisi Aiptu Erwin terbakar," terang dia.

Tak hanya Aiptu Erwin, dua anggota Sabhara yang diketahui bernama Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon yang saat itu berusaha menyelamatkan rekannya itu pun ikut terbakar.

Sebelumnya, massa kecewa karena tidak bisa menggelar audiensi dengan pimpinan Pemda dan DPRD Cianjur.

Baca juga: Tiga Anggota Polisi Terbakar Saat Mengamankan Demo Mahasiswa di Cianjur

2. Aiptu Erwin alami luka bakar 80 persen

Api.Shutterstock Api.
Akibat insiden itu, Aiptu Erwin mengalami luka bakar paling parah dari tiga anggota polisi yang terbakar.

Dua anggota Sabhara Polres Cianjur bernama Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon, juga mengalami luka bakar.

"Kondisi luka bakarnya 80 persen. Namun, nanti medis yang bisa menjelaskan detail," kata Trunoyudo.

Seperti diketahui, Aiptu Erwin yang saat itu melakukan pengamanan bermaksud untuk memadamkan api, namun pada saat pemadaman ada oknum dari kerumunan demo yang menyiram dengan cairan yang diduga bahan bakar minyak.

Baca juga: Satu Anggota Polisi yang Terbakar Saat Amankan Demo Alami Luka Bakar 80 Persen

3. Satu korban dirujuk ke rumah sakit di Jakarta

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban, ti dokter merujuk salah satu korban yang mengalami luka bakar paling parah ke Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh Direktur RSUD Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia. Alasannya, luka bakar yang dialami korban sangat serius.

“Luka bakarnya hampir 80 persen. Sekujur badannya luka, karenanya saat ini juga langsung kita rujuk ke Kramat Jati (RS Polri),” kata Ratu kepada wartawan, Kamis.

Baca juga: Tim Dokter Polda Jabar Tangani 3 Polisi yang Terbakar Saat Amankan Demo

4. Alami luka bakar di bagian wajah dan tangan

Ilustrasi luka bakarPositiveFocus Ilustrasi luka bakar

Menurut Ratu, ada tiga korban lainnya yang tengah mendapatkan perawatan intensif tim dokter dan dipastikan rawat inap di RSUD Cianjur.

“Korban lain mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan harus inap karena perlu penanganan intensif,” ujarnya.

Ratu menyebutkan para korban rata-rata mengalami luka bakar di wajah dan tangan. Sementara korban yang dirujuk itu mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

"Kita akan memberikan pelayan terbaik untuk para anggota kepolisian ini,” ucapnya.

Baca juga: Alami Luka Bakar 80 Persen, Seorang Polisi Korban Unjuk Rasa Dirujuk ke Jakarta

5. Sebanyak 15 mahasiswa diamankan polisi pasca-insiden

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

Pasca-insiden anggota polisi terbakar saat unjuk rasa, 15 mahasiswa peserta aksi diamankan.

"Sudah diamankan di Polres Cianjur sebanyak 15 orang," kata Trunoyudo di Mapolrestabes Bandung, Kamis (15/8/2019).

Saat ini, ke 15 mahasiswa tengah menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.

Baca juga: Insiden 3 Polisi Terbakar, 15 Mahasiswa Pendemo Diamankan

6. Polisi kecam aksi berujung anarki

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Trunoyudho menjelaskan, Polri mengecam aksi massa berujung luka bakar tiga anggota polisi di Cianjur.

"Kami kecam terhadap (tindakan) oknum kelompok tersebut," katanya.

Truno pun mengimbau agar setiap kegiatan penyampaian pendapat tetap memperhatikan aspek hukum termasuk dengan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu ketertiban.

Apalagi jika sampai terjadi tindakan pidana hingga mengakibatkan timbulnya korban.

"Saya imbau untuk tidak melakukan hal-hal yang memang dapat menggangu ketertiban apalagi melakukan suatu tindak pidana saat melakukan pengungkapan pendapat," kata Truno.

Baca juga: Unjuk Rasa Berujung Luka Bakar 3 Polisi, Korlap Demo Diperiksa

Sumber: KOMPAS.com (Agie Permadi, Firman Taufiqurrahman)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X