Risma Akan Susun Perwali Larangan Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai

Kompas.com - 15/08/2019, 23:28 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan akan segera menyusun peraturan wali kota (perwali) khusus tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Risma menyebut, setelah organisasi perangkat daerah (OPD) gencar melakukan sosialissi, pihaknya akan melihat hasil dan respon dari masyarakat.

Setelah itu, ia akan menyusun produk hukum untuk sanksi yang mungkin akan diterapkan.

"Makanya nanti kita lihat, kita lihat susunan produk hukum kita, supaya enggak salah," kata Risma ditemui di Grand City usai menghadiri Surabaya Great Expo, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Disdik Pastikan Pelajar di Surabaya Tak Gunakan Perlengkapan Berbahan Plastik ke Sekolah

Risma menyampaikan, dirinya ingin ke depan Surabaya bisa betul-betul terbebas dari sampah plastik.

Bahkan, Risma juga ingin meniru sukses Kota Nairobi di mana masyarakatnya dinilai sudah tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk wadah makanan maupun membungkus barang belanjaan.

"Kita ingin sampah plastik di Surabaya berkurang. Seperti di Nairobi itu, sudah enggak boleh pakai plastik lagi," ujar Risma.

Risma memastikan, supermarket atau pasar modern sudah diminta untuk mulai menggunakan kantong yang ramah lingkungan dan tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai.

"Mereka (pasar modern) sudah mulai menyiapkan (kantong ramah lingkungan). Beberapa mart itu sudah menyiapkan sendiri," kata Risma.

Baca juga: Risma Tiru Nairobi soal Larangan Kantong Plastik: Kalau Tidak Dimulai Sekarang, Kapan Lagi?

"Ada kantong kertas, ada yang untuk bisa diulang lagi. Aku juga sekarang bawa sendiri, sehingga bisa dipakai kembali. Jadi bukan yang sekali pakai buang gitu," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Eko Agus Supiandi mengatakan, Pemkot Surabaya akan membuat peraturan wali kota (Perwali) yang mengatur tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Setelah ada Perwali yang mengatur tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai, Eko memastikan akan memberikan sanksi kepada pelaku usaha dan masyatakat, apabila masih ditemukan tetap menggunakan kantong plastik sekali pakai.

"Karena ada perdanya pasti ada sanksinya, sekarang lagi kita susun (sanksinya). Setelah itu baru terbit Perwali. Jadi memang kalau ada aturan, pasti ada sanksinya," kata Eko, Rabu (14/8/2019).

Menurut Eko, untuk sementara ini Pemkot Surabaya masih menggunakan acuan Perda Kota Surabaya Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah dan kebersihan di Kota Surabaya.

Karena itu, pihaknya mengaku akan gencar melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat dan melakukan evaluasi.

"Kita evaluasi satu bulan, baru turun (mengecek). Kami juga terus lakukan sosialisasi lewat media, saat car free day, dan bekerja sama dengan LSM yang peduli terhadap lingkungan," ujar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Sebar Hoaks Corona, 2 Warga Disanksi Tempel Permintaan Maaf di 3 Kecamatan

Dianggap Sebar Hoaks Corona, 2 Warga Disanksi Tempel Permintaan Maaf di 3 Kecamatan

Regional
Costumer Service Bank Swasta di Kota Tegal Positif Corona ,131 Karyawan Jalani 'Rapid Test'

Costumer Service Bank Swasta di Kota Tegal Positif Corona ,131 Karyawan Jalani "Rapid Test"

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 9 Pasien Positif Setelah 2 Hari Nihil Kasus

Update Covid-19 Maluku: Tambah 9 Pasien Positif Setelah 2 Hari Nihil Kasus

Regional
Sabang Mulai Buka Tempat Wisata dan Transportasi Laut

Sabang Mulai Buka Tempat Wisata dan Transportasi Laut

Regional
Obat Corona yang Didapatkan Pemprov Maluku dari China Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

Obat Corona yang Didapatkan Pemprov Maluku dari China Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

Regional
Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Terus Menurun

Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Terus Menurun

Regional
Kaget Dapat Bantuan Lagi, Risma: Saya Bersyukur, BIN Bantu Selesaikan Covid-19 di Surabaya

Kaget Dapat Bantuan Lagi, Risma: Saya Bersyukur, BIN Bantu Selesaikan Covid-19 di Surabaya

Regional
BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

Regional
Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Regional
8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

Regional
Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Regional
Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Regional
Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Regional
Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Regional
Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X