Bupati Pamekasan Usul Pelantikan DPRD Dilakukan di Desa Terpencil

Kompas.com - 15/08/2019, 23:12 WIB
Baddrut Tamam, Bupati Pamekasan mengusulkan pelantikan anggota dewan terpilih periode 2019-2021 agar dilantik di desa terpencil agar bisa membantu desa tersebut maju. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANBaddrut Tamam, Bupati Pamekasan mengusulkan pelantikan anggota dewan terpilih periode 2019-2021 agar dilantik di desa terpencil agar bisa membantu desa tersebut maju.

Ketua Partai Amanat Nasional Heru Budi Prayitno tidak sependapat dengan usulan Bupati Pamekasan.

Menurut Heru, sebaiknya pelantikan anggota dewan terpilih, dilaksanakan di kuburan saja. Tujuannya, agar anggota dewan bisa ingat dosa-dosa dan amanat yang diberikan rakyat kepada mereka. 

Senada dengan Heru, Moh Ali, anggota dewan terpilih dari Partai Demokrat mengusulkan agar pelantikan ditempatkan di kuburan yang dianggap sakral. Salah satunya di komplek pemakaman raja-raja Pamekasan. 

"Kalau di makam Raja Pamekasan ada nilai sejarahnya dan spirit perjuangannya. Jadi pelantikannya jangan di pelosok desa," ujar Ali.  

Al Anwari, anggota dewan terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera menilai, usulan bupati Baddrut untuk pelantikan dewan baru di pelosok desa itu aneh.

Meskipun aneh, Al Anwari sekalian usul agar pakaiannya menggunakan pakaian ala Sakera (celana hitam longgar, kaos warna merah putih, berikat kepala dan membawa celurit). 

"Kok aneh-aneh saja usulan bupati itu. Mau cari sensasi atau ada maksud lain," ungkap pria asal Kecamatan Pasean ini. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X