Berkaca Kasus Gugurnya Brigpol Hedar, Ini Perintah Kapolda Papua untuk Jajarannya

Kompas.com - 15/08/2019, 18:47 WIB
Pelepasan Jenazah Brigadir  Anumerta Hedar di Bandara Moses Kilangin, Kabupaten Mimika,  Papua (13/08/2019) Dok Humas Polda PapuaPelepasan Jenazah Brigadir Anumerta Hedar di Bandara Moses Kilangin, Kabupaten Mimika, Papua (13/08/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan Brigadir Anumerta Hedar di Kabupaten Puncak, Papua, oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 12 Agustus 2019, menjadi perhatian khusus aparat kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kapolda Papua Irjen Rudolph A Rodja menyatakan, sejak kejadian tersebut terungkap, ia sudah mengingatkan seluruh jajarannya untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dengan benar.

"Saya sudah melakukan video conference dengan seluruh kapolres, termasuk dengan sebagian besar anggota. Kami sudah sampaikan supaya SOP, body system, kegiatan-kegiatan bisa direncanakan dengan baik oleh semua anggota," ujar Rodja, di Jayapura, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Ini Kondisi Brigadir Alfonso, Saksi Penculikan Brigadir Anumerta Hedar

Menurut dia, ada unsur kelengahan yang membuat Brigadir Anumerta Hedar berhasil diculik oleh KKB.

Hal tersebut ia pastikan tidak boleh terulang kembali, khususnya bagi jajaran yang bertugas di wilayah yang tergolong rawan.

"Sebenarnya semua sudah tahu SOP, harusnya tidak dilakukan, tapi masih terjadi juga. Bekerja tidak boleh rutinitas. Kalau rutinitas lama-lama menurun kewaspadaannya, apa lagi di wilayah-wilayah yang ada KKB," tutur Rodja.

Sesuai dengan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rodja menegaskan, penegakan hukum terhadap para pelaku pembunuhan Brigadir Anumerta Hedar harus dilakukan.

"Kami akan ambil langkah-langkah. Harus ada penegakan hukum di sana karena itu kelompok kriminal bersenjata," kata dia.

Baca juga: Menhan soal Brigadir Anumerta Hedar Gugur Ditembak KKB: Harus Diserang, Jangan Dibiarkan

Diberitakan sebelumnya, Brigpol Anumerta Hedar meninggal dunia setelah sebelumnya diculik oleh KKB wilayah Puncak, pada Senin tanggal 12 Agustus 2019, pukul 11.00 WIT.

Pada pukul 17.30 WIT, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penculikan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Selasa (13/8/2019), 500 meter dari rumah duka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Regional
Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Regional
Saat  2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Saat 2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Regional
7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

Regional
Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Regional
Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Regional
Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Regional
Dituding Terima Suap Rp 2 Miliar oleh KPK, Plt Bupati Muara Enim Sebut Fitnah dan Ancam Laporkan

Dituding Terima Suap Rp 2 Miliar oleh KPK, Plt Bupati Muara Enim Sebut Fitnah dan Ancam Laporkan

Regional
Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Regional
Mulai Beroperasi, Alat PCR Bantuan Pondok Gontor Mampu Diagnosa 90 Spesimen Covid-19 Dalam Sehari

Mulai Beroperasi, Alat PCR Bantuan Pondok Gontor Mampu Diagnosa 90 Spesimen Covid-19 Dalam Sehari

Regional
Polisi Sebut Ambulans Tak Boleh Angkut Barang Seserahan Pernikahan

Polisi Sebut Ambulans Tak Boleh Angkut Barang Seserahan Pernikahan

Regional
6 Pemulung Positif Covid-19, Satu Orang Melarikan Diri dan Masih Berkeliaran

6 Pemulung Positif Covid-19, Satu Orang Melarikan Diri dan Masih Berkeliaran

Regional
4 Oknum Satpol PP yang Rampas Uang Pengemis Ditangkap Polisi

4 Oknum Satpol PP yang Rampas Uang Pengemis Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X