5 Kisah Anggota Paskibraka, Diganti Anak Pejabat hingga 18 Hari Menghilang

Kompas.com - 15/08/2019, 15:50 WIB
Sejumlah calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengikuti latihan baris berbaris di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/7/2019). Paskibra yang terdiri atas pelajar terpilih dari sejumlah sekolah tersebut melakukan latihan selama sekitar satu bulan untuk persiapan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.Sejumlah calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengikuti latihan baris berbaris di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/7/2019). Paskibra yang terdiri atas pelajar terpilih dari sejumlah sekolah tersebut melakukan latihan selama sekitar satu bulan untuk persiapan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

KOMPAS.com - Kasus seorang siswa SMA bernama Koko Ardiansyah yang batal menjadi anggota pasukan pengibar bendera di pusaka karena diduga digantikan anak Bupati Labuhan, Batu terus menjadi sorotan.

Koko pun merasa terpukul karena dirinya sebetulnya sudah mengukur baju seragam yang hendak digunakan saat upacara 17 Agustus nanti.

Sementara itu, kisah seorang anak tukang bakso di Bantul, DIY, yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara, menarik untuk disimak.

Berikut ini sederet kisah para siswa calon pengibar bendera:

1. Viral batal jadi Paskibraka gara-gara diganti anak Bupati

Di akun Instagram @ndorobeii, video berdurasi 6.35 detik, Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya yang gagal menjadi Paskibraka Labuhan batu karena diganti anak pejabat. Dok. Instagram @ndorobeii Di akun Instagram @ndorobeii, video berdurasi 6.35 detik, Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya yang gagal menjadi Paskibraka Labuhan batu karena diganti anak pejabat.
Sebuah video yang diunggah di akun Instagram @ndorobeii dengan durasi 6.35 detik, tampak Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya.

Koko mengaku sedih dan kecewa. Pasalnya, dia sudah mengikuti beberapa tahapan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti di Kabupaten Labuhan Batu.

Bahkan dia sudah melewati tes fisik dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB). Dalam pengumuman pun namanya pun tertera di urutan nomor 29.

Dari situ kemudian dia ikut dalam pengukuran baju dan sepatu. Namun saat pengumuman untuk karantina, namanya sudah tidak ada lagi.

"Saat itu saya tidak tahu siapa yang menggantikan saya, sekarang saya sudah tahu siapa," katanya dalam video yang diunggah pada Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Viral Video Koko Gagal Jadi Paskibraka Karena Diganti Orang Lain, Ini Komentar Ketua PPI Labuhan Batu

2. Anak tukang bakso jadi pengibar bendera di Istana Negara

Sumiasih warga Kampung Juron RT 19 Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta,MARKUS YUWONO Sumiasih warga Kampung Juron RT 19 Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta,

Wajah Sumiasih, warga Kampung Juron RT 19 Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terlihat sumringah.

Pasalnya, anaknya, Muhammad Ma'ruf (17), terpilih menjadi salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka) untuk upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta pada 17 Agustus 2019.

"Tidak menyangka. Remen sanget to. Mboten saget diutarake (sangat bahagia, tidak bisa disampaikan dengan kata-kata)," ucap Sumiasih kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X