Jusuf Kalla: Pancasila itu Tegas dan Sederhana

Kompas.com - 15/08/2019, 13:44 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi pembekalan kepada anggota TNI-Polri Biro Pers SetwapresWakil Presiden Jusuf Kalla memberi pembekalan kepada anggota TNI-Polri

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan Kongres Pancasila XI di Universitas Gadjah Mada ( UGM). Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir sebagai pembicara kunci.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya mengatakan jika Pancasila adalah dasar negara atau ideologi bangsa dan pondasi.

Tujuan sebagai bangsa adalah meningkatkan kesejahteraan umum untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

"Banyak juga yang memutarbalikan bahwa Pancasila itu tujuan, bukan dasar," ucap Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya di pembukaan Kongres Pancasila XI di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/08/2019). 


Baca juga: Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Rumah Syafii Maarif, Bahas soal Menteri

Jusuf Kalla menyampaikan Pancasila, bukanlah sekadar slogan.

Pancasila merupakan pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak hanya dihafalkan tetapi harus dimengerti, dihayati dan dihidupi.

Baginya, penghayatan Pancasila dalam kehidupan masyarakat menjadi hal yang lebih penting dibandingkan penguraian Pancasila secara ilmiah.

Soekarno melahirkan Pancasila dengan sederhana

Sebab Soekarno melahirkan Pancasila dengan sederhana dan tegas. Sehingga tidak perlu untuk ditafsirkan ulang.

"Soekarno melahirkan Pancasila dengan sederhana dan tegas," urainya

Namun, terkadang dalam pelaksanaan dan penafsiranya berbeda-beda tergantung siapa yang menafsirkan. Penafsiran yang berbeda ini justru membuat pemahaman masyarakat menjadi rancu.

"Bung Karno sebagai penggali Pancasila tentu yang paling berhak menafsirkan apa yang telah digagasnya," urainya.

Baca juga: Caleg PKS Tandatangani Komitmen Bela Pancasila hingga Haramkan Korupsi

Pembahasan Pancasila jangan rumit

Karenanya, Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan agar pembahasan tentang Pancasila tidak dilakukan secara rumit sehingga justru menimbulkan kebingungan.

"Semakin sederhana pembahasan Pancasila, semakin orang bisa paham. Semakin orang paham, maka Pancasila semakin bisa dihayati," bebernya

Ia berpesan agar para pembicara,  peserta dalam Kongres Pancasila XI dapat berdiskusi dan menghasilkan pikiran-pikiran yang dapat dipahami oleh segenap masyarakat.

"Semoga Kongres ini menghasilkan sesuatu yang sederhana, mudah dipahami, mudah dihayati, dan mudah diukur," ujarnya.

Baca juga: Antre Open House di Rumah Jusuf Kalla, Seorang Wanita Hamil Nyaris Melahirkan

Kongres Pancasila XI yang digelar di UGM ini mengambil tema "Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa".

Acara kongres ini digelar mulai 15 Agustus hingga 16 Agustus 2019. Di dalam Kongres ini, akan dipresentasikan 141 abstrak call for papers dari para peserta kongres. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X