Tim Saber Pungli Sulsel Temukan Kepala SMAN 1 Makassar Terima Uang dari Siswa

Kompas.com - 15/08/2019, 12:19 WIB
Korupsi. s3images.coroflot.comKorupsi.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala SMAN 1 Makassar M Syafruddin dicopot dari jabatannya seusai diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada 18 siswa pindahan di sekolah tersebut.

Pencopotan ini langsung diumumkan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo, Rabu (13/8/2019).

Awal mula kasus dugaan pungli ini bermula dari adanya laporan masyarakat.

Laporan ini langsung diselidiki Tim Saber Pungli Sulawesi Selatan yang terdiri dari gabungan kepolisian serta inspektorat daerah Sulawesi Selatan.

Kepala Sekretariat Unit Pemberantasan Pungli Sulsel Muh Salim Basmin mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Syafruddin mengakui tuduhan itu.

Syafruddin mengakui bahwa murid pindahan yang masuk ke SMAN 1 dikenakan bayaran hingga Rp 15 juta untuk kepentingan sekolah.

Persyaratan itu diberikan saat proses wawancara terhadap orangtua siswa dilakukan. Setiap siswa yang pindah wajib memberikan sumbangan.

"Jadi memang ada unsur permintaan dan pungutan kepada orang tua untuk perpindahan itu," kata Salim kepada Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Awasi Pengisian Bangku Kosong PPDB di Padang, Ombudsman Libatkan Saber Pungli

Selain itu, menurut Salim, Syafruddin juga mengakui ada dua siswa yang diluluskan untuk masuk ke SMAN 1.

Padahal, kedua siswa itu tidak memenuhi syarat untuk diterima di sekolah tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X