Majelis Ulama Aceh Minta Pemblokiran Game PUBG Disegerakan

Kompas.com - 15/08/2019, 11:27 WIB
Ilustrasi game PUBG. KOMPAS.com/ RAJA UMARIlustrasi game PUBG.

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh meminta agar pemblokiran game PUBG ((Player Unknown's Battle Grounds) disegerakan.

Pasalnya, setelah MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram permainan online itu belum ada daerah di Aceh yang memblokir PUBG.

Hanya Kota Lhokseumawe yang meminta PT Telkom memblokir game yang digandrungi remaja tersebut.

“Idealnya memang begitu, ulama mengeluarkan fatwa, umara (pemimpin) menjalankannya. Kita dukung Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya yang meminta Telkom memblokir game itu,” sebut Ketua MPU Kota Lhokseumawe Tengku Abu Bakar Ismail kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Soal Permintaan Pemblokiran PUBG di Lhokseumawe, Ini Kata PT Telkom

Ulama yang akrab disapa Abati Lhok Mon Puteh itu menyebutkan, sejauh ini MPU Lhokseumawe telah menyosialisasikan fatwa haram tersebut pada masyarakat.

Sehingga, dapat dipastikan mayoritas masyarakat Lhokseumawe mengetahui tentang fatwa haram itu.

Minta ada qanun daerah soal PUBG

“Mungkin ada satu atau dua orang yang tidak tahu. Saya sarankan, pemblokiran PUBG itu ditindaklanjuti dengan pembuatan qanun (peraturan daerah). Di sana ada sanksi tegas apa yang cocok buat mereka yang bermain PUBG,” katanya.


Untuk memberi sanksi, sambung Abati, Pemerintah Kota Lhokseumawe yang memiliki kekuasaan lewat regulasi peraturan daerah.

Baca juga: Sesuai Fatwa Haram, Pemkot Lhokseumawe Minta Game PUBG Diblokir

 

Jika tidak dibuat peraturan daerah, maka permainan itu bisa jadi masih dimainkan masyarakat.

“Salah satu cara membatasi dengan memblokir PUBG, itu bagus. Kita dukung, namun alangkah baiknya lagi dibuat sanksinya, misalnya sanksinya apa, mari kita pikirkan bersama,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya meminta Telkom memblokir PUBG di kota itu.

Langkah itu sebagai tindak lanjut fatwa haram yang dikeluarkan MPU Aceh untuk game oline PUBG.

Larangan itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Aceh. Sebagian mendukung larangan tersebut dan sebagian lagi menolak.

Baca juga: Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Regional
1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

Regional
Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Regional
Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Regional
Penjelasan Sekolah soal 'Study Tour' yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Penjelasan Sekolah soal "Study Tour" yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Regional
Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Regional
Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Regional
Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Regional
Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

BrandzView
Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Regional
7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

Regional
Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Regional
Jasad Delis Ditinggalkan 5 Jam, Diboncengkan Sepeda Motor oleh Ayahnya

Jasad Delis Ditinggalkan 5 Jam, Diboncengkan Sepeda Motor oleh Ayahnya

Regional
Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Regional
Paus Terdampar dalam Kondisi Mati di Pantai Kulon Progo

Paus Terdampar dalam Kondisi Mati di Pantai Kulon Progo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X