KILAS DAERAH

Lewat Tur Sejarah Jalur Kereta Api, Jabar Ingin Gaet Turis Eropa

Kompas.com - 14/08/2019, 20:27 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi TaufikDok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik


KOMPAS.com
- Lewat destinasi tur wisata sejarah jalur kereta api, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berupaya menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wasman) asal Eropa

Bukan tanpa alasan Disparbud Jabar merencanakan seperti itu, ini karena kunjungan wisman ke sana masih didominasi turus Asia, seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan Tiongkok.

Berdasarkan data BPS, pada Januari-Februari 2019 wisman ke Jabar mencapai 27.701 orang atau meningkat 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Dari data itu, wisman asal Negeri Jiran mendominasi mencapai 18.636 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang tercatat 16.724 orang.


Baca juga: Dongkrak Pariwisata Jabar, Wagub Uu Dukung Maraton di Alam Terbuka

Berangkat dari data itu, Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mendorong agar wisata sejarah jalur kereta api ke depannya menjadi daya tarik baru bagi turis asing khususnya Eropa.

"Saya yakin wisata sejarah dan alam itu akan diminati pelancong negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman dan Inggris," kata dia di Bandung, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2019),

Untuk itu, lanjut Dedi, pihaknya akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai fasilitator dari wisata tersebut.

Dengan demikian, diharapkan ke depannya wisata ini bisa dinikmati masyarakat umum baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Ke depannya tentu kami siap dibuka untuk umum. Karena kami mengincar kunjungan wisata khususnya wisatawan dari Eropa," ujar Dedi.

Tak cuma lestarikan nilai sejarah

Dedi Taufik mengatakan tur ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah khususnya di bidang perkeretaapian. Mengingat, perkembangan kereta api di Indonesia tak lepas dari kolonialisme.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X