Penderita Hipertensi, Jantung, Stroke, dan Diabetes Meningkat di Kulon Progo, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 14/08/2019, 17:45 WIB
Pemerintah Kulon Progo, DI Yogyakarta ajak pelajar untuk memerangi rokok. Ajakan anti rokok dilaksanakan dalam gelar Apel Besar Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo dalam memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019 yang berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo (14/8/2019). Deklarasi anti rokok itu ditandai dengan merusak atau menghancurkan simbol-simbol rokok.Dok HUMAS PEMDA KULON PROGO Pemerintah Kulon Progo, DI Yogyakarta ajak pelajar untuk memerangi rokok. Ajakan anti rokok dilaksanakan dalam gelar Apel Besar Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo dalam memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019 yang berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo (14/8/2019). Deklarasi anti rokok itu ditandai dengan merusak atau menghancurkan simbol-simbol rokok.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Penderita penyakit hipertensi, stroke, kanker, hingga diabetes melitus meningkat jumlahnya pada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyakit ini semakin menggeser penyakit yang dulu biasanya ditangani Puskesmas seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk pilek.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo Sri Budi Utami mengatakan, tidak sedikit dari para penderita itu masih dalam usia muda.

Produk rokok diklaim berperan dalam meningkatnya penyakit tersebut.


Rokok diyakini mampu menurunkan fungsi organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, dan lainnya.

Gangguan pada organ memicu kemunculan berbagai penyakit hipertensi, jantung, stroke, diabetes melitus hingga kanker.

"Mayoritas penderita untuk kasus penyakit seperti hipertensi, jantung, stroke, sama diabetes melitus itu ada di usia produktif ke atas hingga lansia," kata Sri Budi seusai mengikuti apel Apel Besar Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo di Taman Budaya Kulon Progo, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Gelapkan Rokok Miliaran Rupiah, Seorang Sopir Ditahan Polisi

Apel Pramuka itu diselipkan deklarasi anti rokok bagi pelajar, yang juga diwarnai dengan aksi simbolik berupa merusak atau menghancurkan simbol-simbol rokok.

Pemerintah daerah mencatat bahwa prevalensi pada penyakit-penyakit itu meningkat drastis.

Hasil riset kesehatan dasar pada 2013 menyebutkan, prevalensi hipertensi berkisar pada 27 persen. Sedangkan, jumlahnya meningkat 10 persen menjadi 37 persen pada 2018.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X