5 Fakta Bencana Karhutla, Warga Rusia Tewas Sesak Napas hingga Janji Panglima TNI

Kompas.com - 14/08/2019, 15:46 WIB
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Aceh Barat. Dokumentasi Humas Kabupaten Aceh BaratKondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Aceh Barat.

"Sekarang sedang kita selesaikan persoalan terkait peraturan daerah ini," ujar Siti.

Baca juga: Menteri LHK Sebut Karhutla di Taman Nasional Tesso Nilo Sudah Parah

4. Penegakan hukum karhutla dipertanyakan

Masalah penegakan hukum karhutla di sejumlah wilayah di Indoensia dipertanyakan oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, Anton Priani Wijaya.

Menurut Anton, sampai saat ini penegakkan hukum karhutla hanya mampu diimplementasikan kepada petani kecil, justru menjadi ironi.

Alasannya, para petani kecil dalam membakar lahan di bawah 2 hektare, dilindungi undang-undang.

Seperti diketahui, sejak musim kering melanda, kira-kira satu bulan terkahir, seluruh jajaran kepolisian di Kalbar telah mempidanakan sedikitnya 21 orang petani karena membakar lahan mereka.

"Kondisi ini (penangkapan 21 orang petani) menjelaskan kemampuan penegakkan hukum kepada korporasi masih menjadi persoalan dalam kasus karhutla," kata Anton, kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Ironi Penegakan Hukum Karhutla Kalbar: Petani Kecil Dipidana, Abai Lahan Konsesi Korporasi

5. Panglima TNI: Pesawat Hercules akan dikerahkan

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat meninjau karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019).IDON Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat meninjau karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8/2019).

Hadi Tjahjanto mengatakan, dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini, nantinya akan dibantu dengan mengerahkan pesawat hercules untuk melakukan pengeboman air atau water bombing di wilayah yang sulit dijangkau.

"Langkah yang akan kita lakukan diantaranya adalah dengan mengerahkan pesawat hercules yang rencananya untuk melaksanakan pengeboman dengan bola air," kata Hadi.

Hal ini disampaikannya usai melakukan rapat kordinasi bersama tim satgas karhutla di Riau.

Menurut Panglima TNI, mulai Agustus sampai Oktober merupakan bulan kering. Sehingga metode water bombing dirasakan tepat.

Baca juga: Panglima TNI Janji Kerahkan Pesawat Hercules Padamkan Karhutla Riau

Sumber: KOMPAS.com (Citra Indriani, Hendra Cipta, Aji YK Putra)

 

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X