18 Kecamatan di Cianjur Krisis Air Bersih, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Kompas.com - 14/08/2019, 06:31 WIB
Sejumlah anak sedang bermain bola di tengah kolam yang telah mengering di Kp. Nanggerang, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Musim kemarau panjang mengakibatkan 18 wilayah kecamatan di Cianjur dilanda krisis air bersih. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSejumlah anak sedang bermain bola di tengah kolam yang telah mengering di Kp. Nanggerang, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Musim kemarau panjang mengakibatkan 18 wilayah kecamatan di Cianjur dilanda krisis air bersih.

CIANJUR, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kekeringan menyusul krisis air bersih yang semakin meluas.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi menyebutkan, dari 14 wilayah kecamatan yang sebelumnya terdata mengalami krisis air bersih, kini telah meluas menjadi 18 kecamatan.

“Dengan kenyataan itu berarti sudah setengahnya wilayah Cianjur ini mengalami kekeringan dan krisis air bersih,” kata Dodi kepada wartawan, belum lama ini.

Status siaga bencana tersebut dikatakannya telah ditetapkan sekaligus ditandatangani plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sejak awal bulan ini.

Baca juga: Pemkab Klaten Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

“Mulai berlaku per 1 Agustus kemarin hingga tiga bulan ke depan atau Oktober,” ujarnya.

Dengan demikian,  langkah yang harus dilakukan saat ini tidak lagi soal pendataan dan pencegahan, melainkan sudah harus ke tingkat penanganan.

Pihaknya pun telah berkordinasi dengan instansi-instansi terkait, seperti dengan Dinas Perkimtan, Perumdam dan Dinas Pertanian dalam mengambil langkah-langkah strategis.

“Dari 18 kecamatan itu kita inventarisir langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan, apakah hanya menyalurkan air bersih saja atau perlu adanya pembangunan infrastruktur lain,” sebut Dodi.

Namun begitu, soal pendistribusian atau bantuan air bersih dari tangki ke jerigen-jerigen warga yang selama ini di dilakukan dinilainya kurang efektif.

Baca juga: Anggaran Habis, BPBD Gunungkidul Ajukan Darurat Kekeringan

“Tidak memecahkan masalah jika harus terus dilakukan dengan cara seperti itu,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
Cerita di Balik Foto 2 'Pocong' Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Cerita di Balik Foto 2 "Pocong" Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Regional
[POPULER NUSANTARA] Prosedur Pasien Corona di Pemakaman Bupati Morowali Utara | Membongkar Kasus Syekh Puji

[POPULER NUSANTARA] Prosedur Pasien Corona di Pemakaman Bupati Morowali Utara | Membongkar Kasus Syekh Puji

Regional
Ini 4 Titik Blokade Beton yang Dibuka oleh Pemkot Tegal, Usai Terapkan Isolasi Wilayah

Ini 4 Titik Blokade Beton yang Dibuka oleh Pemkot Tegal, Usai Terapkan Isolasi Wilayah

Regional
Fakta Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Terekam CCTV hingga Seorang Pelaku Ditembak Polisi

Fakta Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Terekam CCTV hingga Seorang Pelaku Ditembak Polisi

Regional
Cerita Dua 'Pocong' Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan

Cerita Dua "Pocong" Jaga Desa di Sukoharjo, Supaya Warga Tak Keluar Rumah, Malah Ramai Jadi Tontonan

Regional
Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Regional
UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X