Kompas.com - 13/08/2019, 12:54 WIB
Mahasiswa dan PKL yang menggelar aksi unjukrasa pelantikan anggota DPRD Garut, terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, Selasa (13/08/2019) ARI MAULANA KARANGMahasiswa dan PKL yang menggelar aksi unjukrasa pelantikan anggota DPRD Garut, terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, Selasa (13/08/2019)

GARUT, KOMPAS.com — Pelantikan 50 anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, masa bakti 2019-2024 yang digelar, Selasa (13/08/2019), di gedung DPRD Garut diwarnai aksi unjuk rasa dua kelompok massa, yaitu massa pedagang kaki lima (PKL) dan kelompok gabungan organisasi mahasiswa.

Kedua kelompok berusaha mendekati gedung DPRD Garut di Jalan Patriot melalui Jalan Terusan Pembangunan. Namun, aparat keamanan gabungan menyekat massa di Jalan Terusan Pahlawan, samping kantor DPRD Garut.

Aksi dorong-mendorong antarpeserta aksi dengan aparat keamanan pun tidak terhindarkan.

Mobil pengeras suara yang dibawa kelompok PKL sempat mendorong maju meski aparat keamanan menempel ketat mobil tersebut. Akibatnya, aparat keamanan pun langsung memaksa mobil tersebut berhenti.

Baca juga: Rapat Pleno KPU Tetapkan Gerindra Dapat Kursi Paling Banyak di DPRD Jabar

Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) Tatang mengungkapkan, para PKL berunjuk rasa karena tempat mereka berdagang di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, ditertibkan. Akibatnya, PKL tidak bisa berdagang kembali.

“Kami juga ingin mengazani anggota DPRD Garut yang baru, seperti bayi yang baru lahir, agar tidak mendengar bisikan-bisikan setan,” katanya kepada wartawan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Tatang, para pedagang berharap pemerintah mau mengajak bicara para pedagang jika memang akan ada penempatan baru.

Sebab, pembangunan gedung bagi PKL yang telah disiapkan Pemkab Garut dan prosesnya tanpa mengajak bicara PKL.

“Seperti tidak ada perencanaan pembangunannya, ajak kami bicara juga untuk solusinya,” katanya.

Tatang pun menegaskan komitmen para PKL jika diperbolehkan kembali berdagang, mereka akan menata diri demi menghilangkan kesan kumuh.

Karena itu, ia berharap anggota DPRD Garut yang baru mau mendengar aspirasi mereka.

Baca juga: KPU Tetapkan Perolehan Kursi DPRD Provinsi Maluku, Ini Hasilnya

Pelantikan anggota DPRD Garut masa bakti 2019-2024 dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD Garut.

Sebanyak 50 anggota DPRD Garut terpilih mengucapkan sumpah jabatan sebagai tanda resmi mereka menjadi anggota DPRD Garut.

Dari 50 anggota DPRD, 27 orang adalah wajah baru. Sementara 23 orang lainnya merupakan wajah lama yang terpilih kembali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X