Sesuai Fatwa Haram, Pemkot Lhokseumawe Minta Game PUBG Diblokir

Kompas.com - 13/08/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi PUBG Mobile Lite di Galaxy A2 Core (kiri) dan Redmi Go (kanan). KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi PUBG Mobile Lite di Galaxy A2 Core (kiri) dan Redmi Go (kanan).


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Lhokseumawe meminta PT Telkom memblokir game Player Unknown's Battle Grounds ( PUBG).

Permintaan itu menyusul fatwa haram yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh Nomor 3 Tahun 2019.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lhokseumawe Faisal membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, Dinas Kominfo Lhokseumawe yang menyiapkan surat yang akan ditandatangani Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya.


Surat tersebut tentang pemblokiran game online itu.

“Benar, suratnya Dinas kita yang buat. Nanti yang tanda tangan Pak Wali,” kata Faisal saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Sementara itu, Kepala Bidang Informatika Dinas Kominfo Lhokseumawe Arman menyebutkan, surat itu sudah diparaf oleh Kepala Dinas dan Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe.

“Posisi suratnya sudah di meja Pak Wali. Setelah ditandatangani baru dikirim ke PT Telkom,” kata Arman.

Arman menyebutkan, secara teknis, pemblokiran untuk wilayah Lhokseumawe dapat segera dimungkinkan.

“Karena pemblokiran itu berbasis IP (internet protocol). Sekarang itu IP sudah per regional. Jadi bisa saja diblokir regional Lhokseumawe saja,” kata Arman.

Adapun, pemblokiran itu untuk menindaklanjuti fatwa haram dari MPU Aceh.

Sebelumnya, MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram game PUBG. Larangan itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Aceh.

Sebagian mendukung larangan tersebut dan sebagian lagi menolak.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Regional
Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Regional
Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah

Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X