Diprotes, Kunker Anggota DPRD ke Timur Tengah dan Eropa di Akhir Masa Jabatan

Kompas.com - 13/08/2019, 07:25 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil NTB, Aktifis Pro Demokrasi dan Anti Korupsi menggelar aksi damai dan menyerahkan petisi dari 25 ribu rakyat NTB yang protes dan tidak setuju kunker 50 orang anggota  DPRD NTB ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa, diakhir masa jabatan mereka FITRI RKoalisi Masyarakat Sipil NTB, Aktifis Pro Demokrasi dan Anti Korupsi menggelar aksi damai dan menyerahkan petisi dari 25 ribu rakyat NTB yang protes dan tidak setuju kunker 50 orang anggota DPRD NTB ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa, diakhir masa jabatan mereka

MATARAM, KOMPAS.COM - Di penghujung masa jabatannya, puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke negara-negara Timur Tengah dan Eropa, seperti ke Turki, Swiss, Italia, Austalia, Belgia, Belanda dan Paris.

Kunker para anggota dewan ke luar negeri itu menuai protes masyarakat NTB.

Sejumlah aktivis pro-demokrasi dan anti-korupsi, Senin (12/8/2019) menggedor gedung DPRD NTB dan menyampaikan protes masyarakat yang dituangkan dalam petisi bersama menolak keras kunker anggota dewan ke luar negeri.


Koalisi Masyarakat Sipil NTB bahkan membuat petisi menolak kunker para anggota dewan itu melalui laman daring change.org dan sudah ditandatangani 25.000 orang.

Petisi ini digagas Hasan Givari, seorang pemuda dari Lombok Utara yang juga adalah korban gempa.

"Hari ini kami membawa oleh-oleh untuk para legislator kami, para anggota dewan NTB atas kunker yang dilajukan ke luar negeri. Petisi ini kami gagas 2 Agustus lalu dan telah menembus 25.000. Ini akan kami gulirkan untuk menggalang dukungan atas kunker yang dilakukan anggota dewan," kata Hasan Givari bersama sejumlah kelompok aktivis pro-demokrasi dan anti-korupsi di gedung DPRD NTB.

Baca juga: Soal Kunker ke Luar Negeri, Mendagri Beri Peringatan Sejumlah Kepala Daerah

Menurutnya, perjalanan ke luar negeri tersebut adalah pemborosan uang rakyat. Tindakan ini jelas merugikan masyarakat NTB secara luas, melukai rasa keadilan masyarakat yang pada saat bersamaan sedang berusaha bangkit pasca-bencana gempa.

Jalan-jalan para anggota dewan ke luar negeri, kata Hasan, juga akan berdampak pada buruknya kualitas pembahasan APBD 2020 yang rencananya digelar pada 26 Agustus mendatang, karena terbatasnya waktu menjalan fungsi pokok mereka untuk membahas anggaran bersama eksekutif.

"Kami juga berterima kasih kepada masyarakat NTB yang telah menyatakan sikap lewat petisi. Kami meyakini bahwa petisi ini akan terus mendapat dukungan yang lebih luas. Ini menegaskan bahwa masyarakat merasakan ketidakadilan atas tindakan 50 anggota DPRD yang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa tujuan dan alasan mendasar," katanya

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Penjara, Mantan Teroris Ini Sumpah Setia ke NKRI

Bebas dari Penjara, Mantan Teroris Ini Sumpah Setia ke NKRI

Regional
Bisnis Arak Jawa untuk Biaya Hidup, Anak Punk Diamankan Polres Ngawi

Bisnis Arak Jawa untuk Biaya Hidup, Anak Punk Diamankan Polres Ngawi

Regional
Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Regional
Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Regional
Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X