Sebelum Disembelih, Sapi Kurban Dimandikan Kembang 7 Rupa lalu Dibedaki

Kompas.com - 12/08/2019, 11:54 WIB
Peserta kurban memandikan sapi sebelum disembelih di Masjid Nurul Huda, Padang. (Dok: Pengurus Masjid Nurul Huda) PERDANA PUTRAPeserta kurban memandikan sapi sebelum disembelih di Masjid Nurul Huda, Padang. (Dok: Pengurus Masjid Nurul Huda)

PADANG, KOMPAS.com - Prosesi unik penyembelihan sapi kurban terjadi di Masjid Nurul Huda, Purus Baru, Padang, Sumatera Barat.

Sebelum disembelih, sapi dimandikan terlebih dahulu. Sapi kemudian diberi bedak dan didandani.

"Kebiasaan ini sudah turun temurun dan dilakukan sudah lama," kata Imam Masjid Nurul Huda, Bainullah Tuanku Elok kepada Kompas.com, Senin (12/8/2019).

Baca juga: Ini Ulah Sapi Kurban Milik Jokowi, Sepak Kaki Warga hingga Sempat Mogok Makan


Air untuk memandikan sapi itu adalah air yang sudah diberikan bunga tujuh rupa dan beragam jenis jeruk.

Setelah selesai dimandikan, sapi siap untuk disembelih dengan gema takbir dari peserta kurban dan diikuti warga yang berada di lokasi.

Bainullah Tuanku Elok menjelaskan, prosesi penyembelihan berpedoman dari tata cara yang dilakukan Nabi Ibrahim AS yang akan menyembelih putranya Nabi Ismail AS.

"Nabi Ismail AS dibawa secara baik-baik ke suatu tempat, dan digulingkan secara baik-baik. Inilah yang menjadi pedoman kita," katanya.

Hampir sama dengan yang dilakukan Nabi Ibrahim, kata Bainullah Tuanku Elok, sebelum disembelih harus diawali dengan takbir.

"Untuk tata cara seperti ini hukumnya bukan wajib, tapi hukumnya harus. Karena Nabi Ismail AS sebelum disembelih dibersihkan oleh ibunya Siti Hajar, dan dimandikan terlebih dahulu, dikasih bedak kemudian dikasih parfum atau wangi-wangian," ujarnya.

Baca juga: Akan Disembelih, Sapi Black Bantuan Jokowi Sepak Seorang Warga

Menurut dia, makna yang terkandung di balik wangi-wangian tersebut berarti untuk membersihkan jiwa orang yang ikut berkurban.

"Orang kalau sudah bersih jiwanya, maka harum dirinya. Inilah makna yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Bainullah Tuanku Elok mengatakan, dia dan jemaah Masjid Nurul Huda adalah pengikut Tarekat Syattariyah dari Pariaman.

"Prosesi ini sudah turun temurun dan berdasarkan keyakinan kita. Kalau ada yang berbeda dengan kita, itu tidak ada masalah," katanya.

Prosesi penyembelihan sapi kurban telah dilaksanakan Minggu (11/8/2019) kemarin. Ada enam sapi yang dikurbankan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X