Siswa SMA di Kalimantan Tengah Jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker

Kompas.com - 12/08/2019, 08:24 WIB
Ilustrasi kanker Bet_NoireIlustrasi kanker

SEPINTAS judul di atas terkesan berlebihan. Tapi, faktanya ada. Dua siswi SMA berhasil membawa karya ilmiahnya untuk dibuktikan di tingkat dunia.

Mereka menemukan tumbuhan yang bisa menyembuhkan total penyakit pembunuh nomor satu di dunia, kanker!

Pertama kali menerima informasi ini, saya setengah percaya. Kenapa? Barangkali sama seperti yang ada di benak pembaca sekalian, apa iya?

Saya pun melakukan penelusuran awal.

Informasi saya dapatkan dari jurnalis KompasTV di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kurnia Tarigan. Ternyata informasi yang saya terima betul adanya.

Ada 2 siswi SMAN 2 Palangkaraya yang baru dua pekan lalu menerima penghargaan atas karya ilmiahnya menemukan tumbuhan penyembuh kanker, sekali lagi penyembuh, bukan meringankan, melainkan menghilangkan sel kanker yang ganas sekalipun.

Sekolah dan guru menolak wawancara?

Namun, ada satu masalah yang menghalangi publikasi atas temuan ini. Pihak sekolah dan guru keberatan untuk diwawancara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka khawatir akan ada eksploitasi besar-besaran atas hutan di Kalimantan Tengah jika informasi ini tersebar.

Tim AIMAN berusaha meyakinkan bahwa publikasi atas temuan ini bertujuan untuk memberi manfaat bagi umat manusia. Syukurlah, kami berhasil meyakinkan pihak sekolah dan para guru.

Saya bersama tim AIMAN segera bergegas menuju kota yang pernah disebut Bung Karno akan menjadi ibu kota RI pada 1960-an itu.

Setelah mendarat di kota ini, saya segera meluncur menuju SMA yang berada di tengah kota.

Saya langsung menuju laboratorium sekolah untuk melihat bagaimana bentuk tumbuhan yang diganjar medali emas pada kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019 itu.

Saya melihat sepintas hanya batang atau mirip akar pohon biasa. Tak ada yang istimewa.

Tetapi berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tumbuhan ini memiliki kandungan anti-oksidan ribuan kali lipat dari jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan. 

Saya menanyakan apa nama tumbuhan ini?

Bajakah! Begitu orang menyebut tumbuhan ini.

Masuk ke hutan

Tumbuhan ini hanya hidup di hutan. Untuk mendapatkannya, kita harus masuk ke bagian dalam hutan.

Tak puas di laboratorium, saya bergegas menuju hutan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Palangkaraya.

Saya diantar oleh seorang guru dan 2 siswi penerima penghargaan.

Sang guru memberi catatan, saya tak boleh memberi tahu di mana hutan itu berada.

Setelah melewati jalur Trans-Kalimantan, saya dan tim AIMAN mulai masuk hutan menggunakan mobil.

Beberapa menit perjalanan di dalam hutan, kami tiba di lokasi yang tidak bisa lagi dilalui mobil.

Kami pun turun berjalan kaki selama beberapa menit dan tiba di sebuah tempat di tengah hutan di antara lahan gambut dengan air yang berwarna khas, coklat namun jernih, mirip warna minuman ringan ternama.

Di sinilah saya pertama kali melihat dan menemukan pohon yang dikatakan langka ini. Lagi-lagi sepintas pohon ini seperti pohon biasa, sulit dibedakan dengan tanaman lain.

Bedanya, pohon ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar.

Ia bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya.

Akarnya menghujam di dasar aliran air lahan gambut.

Satu hal lagi yang saya dapatkan, tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Awal penemuan

Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?

Adalah Daldin, warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.

Kisahnya bermula pada 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, levelnya sudah stadium 4.

Saat itulah ayah Daldin pergi ke hutan dan mencari tumbuhan ini untuk kemudian direbus dan airnya diberikan kepada sang istri.

Kondisi ibu Daldin saat itu sangat memprihatiankan. Sejumlah bagian tubuh yang terkena kanker bahkan sudah mengeluarkan nanah.

Namun, sepekan meminum rebusan tumbuhan itu, perubahan mulai tampak. Luka pada payudara sang ibu membaik. Sebulan setelahnya, luka tersebut sembuh total.

Ibunda Daldin kini sehat walafiat. Dokter menyatakan bahwa kanker yang sebelumnya menggerogoti sang ibu telah hilang sepenuhnya.

Program AIMAN yang tayang Senin 12/8/2019 pukul 20.00 di KompasTV akan menayangkan wawancara lengkapnya.

Bagaimanapun ini adalah sebuah awal. Kesembuhan pada penyakit apa pun adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui perantaraan makhluk-Nya, bisa alam ataupun manusia.

Oleh karena itu, tak berlebihan jika temuan 2 siswi SMA ini ditindaklanjuti untuk kemanfaatan umat manusia, tanpa harus merusak alam.

Saya Aiman Witjaksono...
Salam

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.