Kompas.com - 12/08/2019, 08:11 WIB
OLAH TKP--Nampak aparat Polres Madiun sementara melakukan olah tempat kejadian kasus penemuan mayat Darwin Nasution, driver ojek online yang ditemukan tewas bersimbah darah didalam kamarnya, Minggu (12/8/2019) malam. FACEBOOK MADIUN ASIKOLAH TKP--Nampak aparat Polres Madiun sementara melakukan olah tempat kejadian kasus penemuan mayat Darwin Nasution, driver ojek online yang ditemukan tewas bersimbah darah didalam kamarnya, Minggu (12/8/2019) malam.

MADIUN, KOMPAS.com - Seorang driver ojek online bernama Darwin Susanto (35) ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumah toko (ruko) kontrakannya di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu malam (11/8/2049).

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir grab itu ditemukan tewas dengan kondisi wajah penuh luka dan darah.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono yang dikonfirmasi Kompas.com, Senin ( 12/9/2019) pagi, membenarkan penemuan jasad seorang pengemudi ojek daring yang tak bernyawa di kontrakannya.

"Kami masih menyelidiki penyebab kematiannya," kata Ruruh.

Baca juga: 7 Kisah Pengemudi Ojek Online, Sumbangkan Makanan hingga Buka Lapak Buku Gratis

Untuk mengungkap penyebab kematian Darwin, polisi melakukan otopsi jenazah korban. Saat ini, jenazah korban dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Madiun.

Laporan penemuan mayat korban bermula saat polisi mendapatkan informasi dari warga. Mendapatkan laporan tersebut, polisi mendatangi lokasi kejadian yang berada di depan kantor Bank BRI Mejayan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditemukan, mayat Darwin dalam posisi terlentang di atas kasur beralas lantai. Terlihat banyak percikan darah yang telah mengering menempel di dinding.

Untuk mengungkap motif dan penyebab tewasnya korban, polisi saat ini mencari istri dan anak korban. Pasalnya, saat kejadian, keberadaan istri dan anak korban tidak diketahui.

Ditanya Darwin menjadi korban pembunuhan, Ruruh mengatakan polisi masih menyelidikanya.

"Kami masih selidiki apakah korban dibunuh atau tidak," kata Ruruh.

Tewasnya driver ojol di Madiun menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Salah satunya di grup Facebook info lantas dan kriminal caruban madiun.

Baca juga: Hadiri Kongres PDI-P, Risma Naik Ojek Online Kemudian Kursi Roda

 

Setelah diposting akun Madiun Asik dan Maarif Yusuf Bachtiar tentang penemuan mayat Darwin Nasutian di grup tersebut, banyak nitizen yang memberikan komentar

Banyak nitizen yang menduga Darwin menjadi korban pembunuhan. Bahkan ada yang memberikan informasi, Darwin dibunuh oleh salah satu anggota keluarganya sendiri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.