[POPULER NUSANTARA] Penampakan Waduk Jatigede Saat Kemarau | Viral Pemuda Diduga Kencingi Bendera Merah Putih

Kompas.com - 12/08/2019, 07:09 WIB
Pada musim kemarau ini, eks jalan provinsi yang sebelumnya tergenang air Waduk Jatigede kembali muncul ke permukaan, Sabtu (11/8/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com Aam AminullahPada musim kemarau ini, eks jalan provinsi yang sebelumnya tergenang air Waduk Jatigede kembali muncul ke permukaan, Sabtu (11/8/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

KOMPAS.com - Berita tentang surutnya debit air di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi sorotan.

Pasalnya, kondisi tersebut membuat jalan provinsi, pemukiman warga hingga tempat pemakaman umum di sejumlah wilayah bekas genangan di Kecamatan Darmaraja dan Kecamatan Wado, muncul kembali ke permukaan.

Hal ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dari berbagai daerah, yang penasaran melihat sisa-sia puing bangunan pemukiman warga eks wilayah genangan Waduk Jatigede.

Sementara itu, kasuus empat pemuda yang diduga mengencingi bendera merah putih telah ditangani Polres Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyampaikan bahwa air seni para pemuda tersebut tidak mengenai Bendera tersebut.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Saat wilayah yang tergenang di Waduk Jatigede muncul kembali

Abah Suntia Praja menunjukkan puing masjid tempat dia dahulu beribadah sebelum Waduk Jatigede menggenang wilayah Desa Cibungur, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/8/2019) siang. AAM AMINULLAHAam Aminullah Abah Suntia Praja menunjukkan puing masjid tempat dia dahulu beribadah sebelum Waduk Jatigede menggenang wilayah Desa Cibungur, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/8/2019) siang. AAM AMINULLAH

Berdasar informasi yang dihimpun Kompas.com, debit air yang masuk dari Sungai Cimanuk saat ini hanya 20 meter kubik per detik.

Sedangkan air yang dikeluarkan dari waduk untuk mengairi wilayah hilir (Majalengka, Indramayu, Cirebon) sebanyak 65 meter kubik per detik.

Menurut salah seorang petani asal Desa Nanggerang, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Sugita Praja (80), kondisi tersebut sudah terjadi dalam dua bula terakhir.

"Sudah dua bulan surut. Tiap hari terus surut. Tahun ini kalau dilihat lebih parah," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (10/8/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X