Slamet, Warga Nasrani di Gunungkidul yang Ikut Memotong Daging Kurban

Kompas.com - 11/08/2019, 15:02 WIB
Slamet Riyanto (60) (Kaos Putih) Warga Rt 02 Dusun Jeruksari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, ikut Membantu Memotong daging yang sudah disembelih Minggu (11/8/2019) MARKUS YUWONOSlamet Riyanto (60) (Kaos Putih) Warga Rt 02 Dusun Jeruksari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, ikut Membantu Memotong daging yang sudah disembelih Minggu (11/8/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Slamet Riyanto (60) warga di Dusun Jeruksari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, datang ke Mushala Al Haadi di RT 02, Minggu (11/8/2019).

Meski sebagai pemeluk Nasrani, Slamet ikut mempersiapkan penyembelihan hewan kurban bagi masyarakat Muslim yang merayakan Idul Adha.

Setelah melaksanakan shalat, seluruh warga berkumpul di Mushala.

Sebagian laki-laki termasuk Slamet menyiapkan lokasi penyembelihan dan pemotongan daging.

Setelah beberapa hewan kurban disembelih, mereka membaur dengan warga lainnya untuk ikut memotong dua ekor sapi yang merupakan hasil iuran warga.

Sambil bersenda gurau, mereka memotong dan menimbang daging kurban di halaman Mushala. 

Sementara itu, para ibu-ibu menyiapkan makanan untuk dinikmati bersama.

Mereka memasak sayur asem, orek tempe, sambel, dan tongseng daging untuk makan siang.

"Jam 08.00 WIB shalat Idul Adha, kami (umat Nasrani) mempersiapkan tempat peralatan biasa saja langsung kerja sama, ambyur bareng," kata Slamet saat ditemui di sela memotong daging kurban di Mushala Al Haadi, Minggu.

Baca juga: Cerita Wico, Petugas PLN yang Siaga Demi Listrik Menyala di Momen Idul Adha

Di wilayah tersebut ada 5 kepala keluarga yang memeluk agama Kristen. Bersama 33 kepala keluarga lainnya, mereka sudah terbiasa bekerja sama sejak beberapa tahun lalu.

Mereka biasanya membantu memotong kecil-kecil daging, dan mendistribusikan kepada warga.

Keterlibatan ini bukan sekadar aksi gotong royong, melainkan juga turut menciptakan kerukunan dan toleransi antarumat manusia.

Slamet mengaku sudah mempersiapkan pisau dari rumahnya.

Ia datang bersama istri dan dua anaknya.

"Tidak memandang agama, latar belakang apapun, kami kerjas ama saling bantu-membantu," ujar Slamet.

Slamet yang juga sebagai ketua rukun tetangga mengatakan, nantinya bagi warga yang tidak datang saat penyembelihan akan dikunjungi untuk mendapat jatah daging kurban.

Menurut Slamet, saat perayaan keagamaan Nasrani seperti Natal, warga di sini saling mengunjungi tetangganya.

"Di sini guyup rukun. Puji Tuhan bisa menerima kami," ucap Slamet.

Ibu-ibu RT 02 Dusun Jeruksari Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Saling Membantu Untuk Memasak saat Penyembelihan Hewan Kurban si Mushala Al HaadiMARKUS YUWONO Ibu-ibu RT 02 Dusun Jeruksari Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Saling Membantu Untuk Memasak saat Penyembelihan Hewan Kurban si Mushala Al Haadi
Panitia Kurban RT 02 Tukijan mengatakan, seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama akan diberikan daging kurban.

Hal ini sebagai bentuk gotong royong masyarakat setempat menyambut hari raya kurban.

"Sudah biasa seperti ini. Kami saling membantu semua warga tanpa membedakan latar belakang agamanya," kata Tukijan. 

Saat makan siang, semua warga saling menyatu untuk makan bersama.

Makan siang ini juga sebagai waktu beristirahat untuk kembali melanjutkan sisa potongan daging yang belum selesai dibagikan kepada warga.

"Warga masyarakat RT 02 campur bisa rukun. Bisa merukunkan acara seperti ini ,enggak usah membedakan. Semua sama-sama saling mendukung," ucap Tukijan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X