Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Kisah Darsini, Ibu yang Jadi Viral karena Sang Anak Tulis Surat ke Ganjar

Kompas.com - 10/08/2019, 13:12 WIB
Fajar Jaka Surya, siswa SMK N Jateng yang suratanya untuk Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo viral beberapa waktu lalu. Dalam suratnya itu Fajar menceritakan amanat ibunya kepada Ganjar. Dok. Humas Pemprov Jawa TengahFajar Jaka Surya, siswa SMK N Jateng yang suratanya untuk Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo viral beberapa waktu lalu. Dalam suratnya itu Fajar menceritakan amanat ibunya kepada Ganjar.

KOMPAS.com – Darsini (50) harus menghidupi ketujuh anaknya seorang diri. Perempuan ini terpaksa mencari nafkah sendiri karena suaminya meninggal sembilan tahun silam.

Warga Desa Bulu, Petarukan, Pemalang itu terpaksa bekerja serabutan. Pasalnya, ia cuma tamatan Sekolah Dasar (SD).

Jangankan bermimpi bisa membiayai sekolah anak-anaknya, untuk memenuhi kebutuhan pokok pun ia tak mampu. Bahkan, hingga kini Darsini dan anak-anaknya tak punya rumah sendiri.

Baca juga: Ganjar Unggah Surat dari Siswa SMK di Medsos, Netizen Terharu

Darsini makin tidak percaya, saat mengetahui Fajar, anaknya, dapat bersekolah di SMK Negeri Jateng, Semarang tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikit pun.

“Waktu Fajar bilang mau sekolah di Semarang saya tidak bisa jawab. Di Pemalang saja saya tidak mampu membiayai apalagi di Ibukota. Alhamdulillah, kok ternyata diterima tanpa butuh biaya, matur nuwun Gusti,” kata Darsini dalam pernyataan tertulis, Sabtu (10/8/2019).

Ya, Darsini merupakan ibunda Fajar Jaka Surya, pelajar yang mengirim surat untuk Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pronowo. Dalam suratnya itu Fajar menceritakan amanat ibunya kepada Ganjar. Surat itu pun menjadi viral di jagat maya usai disiarkan Ganjar melalui akun sosial medianya.

Ekonomi pas-pasan

Kekhawatiran Darsini yang tidak bisa membiayai sekolah anaknya merupakan hal wajar. Pasalnya, sebagai buruh tenun, dia hanya menerima upah Rp 100.000 per bulan.

Uang itu digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, serta merawat anak pertamanya yang sakit dan hanya bisa tergolek di tempat tidur. Bahkan, dia hanya mampu menyekolahkan anak kedua dan ketiganya hingga SMP.

Karena keterbatasan itulah, Darsini tidak pernah terpikir untuk menyekolahkan Fajar hingga SMK. Apalagi, kedua adik Fajar masih bersekolah di SMP, yang juga membutuhkan banyak biaya.

Awalnya, Darsini tidak percaya kalau ada sekolah di Jawa Tengah yang bebas biaya. Jika pun benar ada, menurut Darsini, tentu seleksinya ketat dan saingannya luar biasa banyak.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunggah surat dari Fajar Jaka Surya, siswa SMK Negeri Jateng Semarang ke akun Instagram @ganjar_pranowo dan  twitter @ganjarpranowo Rabu (7/8/2019) malam. Surat itu ditujukan Fajar ke Ganjar. Twitter Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunggah surat dari Fajar Jaka Surya, siswa SMK Negeri Jateng Semarang ke akun Instagram @ganjar_pranowo dan twitter @ganjarpranowo Rabu (7/8/2019) malam. Surat itu ditujukan Fajar ke Ganjar.

Dia pun baru percaya saat Fajar dinyatakan lolos seleksi. Anak itu pun hanya minta bekal doa untuk bisa bersekolah di Semarang. Ternyata SMK Negeri Jateng tak seperti yang dipikirkannya selama ini.

Ketika melepas keberangkatan Fajar, Darsini tidak lupa menitip pesan jika suatu hari anaknya itu bertemu Ganjar. Dia ingin berterima kasih karena berkat program sekolah gratis itu anaknya bisa bersekolah di Semarang.

“Ya kalau ketemu nitip salam untuk Pak Ganjar,” kata Darsini.

Baca juga: Berkat Direspon Ganjar di Medsos, Anak Ini Bisa Sekolah Lagi

Sementara itu, Fajar mengatakan, mengetahui informasi SMKN Jateng dari dari gurunya di SMPN 1 Petarukan. Dia pun mengaku tertarik dengan sekolah khusus warga miskin yang digagas Ganjar tersebut.

Meski telah mengetahui proses seleksinya, Fajar tetap terkejut ketika guru SMK Jateng melakukan kunjungan ke rumahnya untuk verifikasi data.

"Ternyata ketat sekali seleksinya, sampai ada kunjungan ke rumah untuk membuktikan kalau benar-benar miskin,” kata Fajar.

Baca juga: Kisah Bocah Tunanetra Penghafal Al Quran yang Viral: Dikunjungi Pejabat hingga Ditawari Sekolah Gratis

Kini, Fajar menjadi siswa satu dari 264 siswa SMK N Jateng pada tahun ajaran 2019/2020. Dia berhasil mengalahkan ribuan peserta lain yang mendaftar.

Saat ini, Fajar mengikuti mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) selama tiga bulan.

"Selama itu pula, saya tidak boleh pulang dan tidak boleh ditengok orangtua. Ibu, kakak, dan nenek juga sudah saya jelaskan, alhamdulilah beliau menerima," katanya.

Kepala Sekolah SMKN Jateng Yudi Wibowo mengatakan, proses LDK bertujuan membentuk karakter, mental, dan fisik siswa.

Perpaduan ilmu, karakter, dan fisik yang mumpuni itulah yang menjadikan lulusan sekolah boarding school ini diburu perusahaan.

“Banyak perusahaan khusus datang kemari untuk merekrut. Bahkan sekarang ada tiga perusahaan besar membuka kelas industri di sini," katanya.

Sebagai informasi, 264 siswa baru itu tidak semuanya bersekolah di Semarang. Mereka akan disebar ke tiga kampus berbeda, yakni 120 siswa kampus Semarang, 48 siswa kampus Pati, dan 96 kampus Purbalingga.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pelantikan Presiden, Bendera Merah Putih 700 Meter Dikibarkan di Lamongan

Jelang Pelantikan Presiden, Bendera Merah Putih 700 Meter Dikibarkan di Lamongan

Regional
ABK Jatuh ke Laut, Hari Ketiga Pencarian Masih Belum Ditemukan

ABK Jatuh ke Laut, Hari Ketiga Pencarian Masih Belum Ditemukan

Regional
Fakta Gibran Maju Pilkada Solo, Tak Ingin Maju Lewat Independen hingga Sudah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Fakta Gibran Maju Pilkada Solo, Tak Ingin Maju Lewat Independen hingga Sudah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Regional
Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Regional
Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Regional
Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Regional
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Regional
Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Regional
Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

Regional
Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Regional
Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
komentar di artikel lainnya