Kompas.com - 09/08/2019, 21:46 WIB
Bengkel Bina Karya di Dusun Klopo X, Desa Bendungan, Kulon Progo, DI Yogyakarta merupakan pusat pande besi. Produksi pisau dari bengkel ini tersebar sampai ke berbagai belahan tanah air. DANI JULIUSBengkel Bina Karya di Dusun Klopo X, Desa Bendungan, Kulon Progo, DI Yogyakarta merupakan pusat pande besi. Produksi pisau dari bengkel ini tersebar sampai ke berbagai belahan tanah air.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019 tinggal menghitung hari. Pesanan pisau untuk menyembelih, memotong, menguliti, maupun menyayat daging pun melimpah.

Tak hanya pisau biasa seperti yang mudah ditemui di pasar dan swalayan, pisau dengan jenis khusus pun meningkat pesanannya.

Singgih Nurrahmat, 30 tahun, menyarungkan bilah sepanjang 28 cm ke dalam sarung yang terbuat dari kayu mahoni hitam.

Bilah itu jenis nessmuk (nesmuk), pisau klasik yang biasa dipakai untuk kegiatan alam terbuka.

Baca juga: Pande Besi Terakhir di Kampung Pandean...

Bentuk pisau jenis ini ergonomis, lengkungnya seperti mata kapak, bilahnya tajam dan panjang, juga agak mengembang.

Dengan bentuk itu, nesmuk memiliki fungsi lengkap baik mengiris, memotong, sekaligus bisa mencacah.

Singgih menceritakan, fungsi pada nesmuk itu cocok untuk semua kegiatan penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Singgih merupakan salah satu perajin bilah muda yang ada di Dusun Klopo X, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menerima pesanan bilah itu jelang Hari Raya Idul Adha, sekitar satu bulan lalu.

“Yang memesan memang mengatakan pisau (nesmuk) ini nanti mau dipakai untuk potong kurban nanti,” kata Singgih di bengkel pande besi Bina Karya, Dusun Klopo X, Jumat (9/8/2019).

Semua berawal lewat jejaring sosial Facebook.

Singgih menceritakan, dirinya terlibat aktif dalam forum komunitas pecinta bilah dalam jejaring itu.

Ramai perbincangan di sana, baik saling berbagi informasi tentang jenis bilah yang terus berkembang, maupun calon pembeli yang tertarik memesan.

Singgih bertemu dengan pelanggannya via FB, saling bertukar gambar jenis pisau, lantas berlanjut ke perbincangan yang lebih intens via Whatsapp. Itu pisau jenis nesmuk.

Customer saya mau bikin pisau ini. Biasanya memang selalu ada (pemesan) jelang hari raya kurban,” kata pemuda yang sudah 8 tahun bergulat di dunia pande besi ini.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Pisau, Tercipta Sebelum Homo sapiens Ada

Bilah yang diinginkan memiliki panjang 28 cm dan gagang panjang 18 cm. Gagangnya dilapisi kayu mahoni yang berwarna gelap, seperti warna kayu ulin.

Singgih menceritakan, bahan baku baja pisau itu mesti lebih tinggi dari biasanya. Proses pembuatannya perlu kehati-hatian. Mata pisau tidak boleh cacat. Karenanya, logam yang digunakan bukan baja biasa.

Singgih menggunakan baja Bohler K110 yang memiliki kandungan baja dan kromium yang tinggi.   

Jenis baja menentukan hasil. Kebanyakan baja yang dipakai untuk membuat pisau adalah baja biasa, paling banyak per mobil. Hasilnya tentu beda dengan baja berkualitas tinggi.

Singgih meraba mata pisau dengan ujung kuku jempolnya. Mata pisau dari baja biasa kadang terasa tidak rata. Akibatnya, kata Singgih, gajih akan tersangkut dan menumpuk di mata pisau yang tidak rata itu.

Orang yang bertugas menyembelih hewan pun terpaksa harus mengasah lebih sering dan kerja jadi lebih keras.

Ini berbeda dengan nesmuk dari K110 bikinan Singgih. Mata pisau itu halus dan tidak terasa ada kerusakan. Menyayat daging pun diyakini akan lebih mudah karena lemak tidak menumpuk di mata pisau.

Pengerjaan pisau pesanan khusus ini tidak bisa dalam waktu singkat. Singgih menceritakan, dirinya memerlukan satu bulan pengerjaan mulai dari sepakat hingga siap kirim.

Pasalnya, Singgih juga bekerja dalam sebuah industri kecil menengah bersama dengan tim lain untuk terus menghasilkan puluhan pisau jelang lebaran kurban.

“Kalau hari biasa cukup 2 minggu. Sekarang bisa satu bulan mengerjakannya,” kata Singgih.

Permintaan pisau tradisional dan sejenisnya memang meningkat menjelang Idul Adha. Tidak hanya Singgih.

Sebagai sentra pandai besi, banyak pula yang menerima order khusus serupa jelang hari raya kurban. Harga pisau khusus itu tergantung tawar menawar pada tiap perajinnya.

Ketua Bina Karya, Sukisman, 46 tahun, mengungkapkan, hal ini dilakukan lantaran masing-masing pandai besi juga memiliki bengkel rumahan sendiri-sendiri.

Mereka tidak hanya mampu menghasilkan pisau klasik, tetapi juga pisau seni hingga pajangan.

“Mereka memiliki tungku masing-masing di rumah. (Mereka pun bisa memenuhi) pesanan spesial, bahan baku spesial, penggarapan bisa menghasilkan pisau berkualitas, dan menggaransi. Hasil pisaunya itu tidak berkarat bahkan satu dua tahun,” kata Sukisman.

“Baru saja ada yang mengambil harga pisau Rp 700.000 (1 buah bilah),” kata Sukisman.

 

Meningkat 200 persen

Produksi pisau memang meningkat jelang Idul Adha. Omset pandai besi meningkat dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Sebagian besar pisau yang dipesan adalah pisau penyembelih hewan, pisau kelet, kapak atau bapang khusus untuk memotong tulang. Pisau-pisau pesanan itu tidak hanya untuk memenuhi pasar di Yogyakarta, tetapi hingga luar DIY.

Setidaknya ada 25 industri kecil menengah atau skala rumahan di Klopo X.

Sukisman salah satu IKM itu. Ia mengatakan, dirinya bisa menerima pesanan 50 bilah jelang lebaran, terdiri 40-50 pisau biasa. Pisau khusus menyembelih 10 pisau dan 5 mata kapak, tiap hari belakangan ini.

Harganya beragam dari Rp 140.000 sampai 200.000 untuk pisau penyembelih. Sedangkan pisau kelet 35.000 dan kapak sekitar Rp 60.000. “(Omset) bisa naik 200 persen,” kata Sukisman.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.