Kronologi Perampokan dan Penyekapan Satu Keluarga di Kantor Dinkes Malang, Pelaku Diduga 4 Orang

Kompas.com - 09/08/2019, 18:54 WIB
Salah satu pintu yang dirusak oleh pelaku perampokan dan penyekapan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Malang, Jumat (9/8/2019) ANDI HARTIKSalah satu pintu yang dirusak oleh pelaku perampokan dan penyekapan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Malang, Jumat (9/8/2019)

MALANG, KOMPAS.com — Polisi masih menyelidiki kasus perampokan disertai penyekapan yang terjadi di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Perampokan itu terjadi pada Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 1.30 WIB.

Polisi menduga pelaku berjumlah empat orang.

Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan dari Polres Malang: 

Baca juga: Kantor Pengadilan Agama Pangkalan Bun Dibobol Maling, Sekuriti Disekap

Pelaku pakai mobil pelat merah

Awalnya, pelaku memasuki halaman kantor Dinkes menggunakan mobil pelat merah.

Selanjutnya, pelaku menyekap Agus, petugas keamanan yang berjaga pagi.

Pelaku juga menyekap Susiati serta ayahnya Suyadi dan kedua anaknya.

Susiati yang merupakan seorang pegawai memang tinggal di kantor tersebut. Ia tinggal bersama ayahnya Suyadi dan kedua anaknya.

Setelah menyekap orang-orang yang ada di kantor tersebut, pelaku langsung bereaksi dengan mencongkel pintu dan jendela kantor.

Pelaku lantas menggasak uang tunai Rp 3,7 juta dari ruang koperasi.

Baca juga: Sebelum Disekap, Istri Ketua KPU Cianjur Diseret 2 Pria Berpenutup Wajah

Pelaku diduga 4 orang, korban ditodong senpi

"Pelaku diduga sekitar tiga sampai empat orang," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Jumat (9/8/2019).

Polisi masih kesulitan mengungkap pelaku perampokan karena CCTV di kantor tersebut juga dirusak pelaku.

"Ada CCTV sebenarnya, tetapi CCTV ini dirusak dan recorder diambil oleh para pelaku," ungkapnya.

Selain membawa alat congkel jendela dan pintu, pelaku juga membawa senjata api yang ditodongkan pada orang-orang yang ada di kantor tersebut supaya tidak berteriak.

Baca juga: Penjelasan Imigrasi Medan soal Warga Bangladesh yang Disekap di Ruko

"Informasinya membawa beberapa alat untuk sarana kejahatan, di antaranya memang menurut kesaksian korban, dia ditodong menggunakan senpi," kata Komang.

Pelaku tidak menggunakan penutup kepala saat beraksi. Namun, karena kondisi gelap, wajah pelaku tidak dikenali.

"Saat itu karena kondisi gelap, korban tidak bisa mengetahui secara rinci bagaimana karakteristik wajah pelaku," ungkapnya.

Masalah CCTV

Wali Kota Malang Sutiaji mengaku prihatin dengan kejadian perampokan itu.

Ke depan pihaknya meminta seluruh CCTV yang ada di semua kantor pemerintahan supaya terkoneksi dengan ponsel masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal itu supaya masing-masing kepala OPD bisa mengecek keadaan secara realtime.

"Jadi semuanya para OPD selaku pengguna barang, nanti CCTV-nya masuk ke handphone teman-teman sehingga dia bisa memonitor. Yang kedua recorder harus bisa disimpan yang bagus," katanya.

Baca juga: Siang Bolong, Perampok Beraksi di Swalayan di Medan, Rp 400 Juta Raib

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.