Kemarau, Warga Bogor Pakai Kamar Mandi Buatan di Kolong Jembatan

Kompas.com - 09/08/2019, 18:44 WIB
Seorang warga terpaksa melakukan aktivitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di kamar mandi buatan yang berada di bawah jembatan Ciomas Jalan Nyengkle Gunung Batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamak­mur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Afdhalul Ikhsan Seorang warga terpaksa melakukan aktivitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di kamar mandi buatan yang berada di bawah jembatan Ciomas Jalan Nyengkle Gunung Batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamak­mur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Untuk mencapai lokasi, warga biasanya berjalan menyusuri pematang sawah dan harus ekstra hati-hati karena terdapat banyak batuan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan.

Ia berharap, pemerintah bisa menyediakan bendungan agar sumber mata air bisa mengalir ke rumah warga yang ada di perbukitan.

Baca juga: 5 Fakta Udara Dingin di Bandung dan Jawa Barat, Jelang Kemarau hingga Bagi 3.000 Selimut

"Sumber air di bawah, lokasi di atas, seharusnya ada bendungan air biar mengalir ke kampung, kan kemarau ini bakal panjang, seharusnya itu yang dipikirkan pemerintah," ungkap dia.

Sebelumnya, BMKG memprediksi kemungkinan besar kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya.

Jika biasanya musim hujan akan mulai masuk Oktober, tahun ini akan mundur beberapa hari, 10-30 hari, tergantung kondisi.

BMKG menyarankan warga harus bijak dalam penggunaan air selama musim kemarau. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan air selama musim kemarau.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X