Kenalan Lewat Facebook Berujung Pilu, Anak di Bawah Umur Disetubuhi di Hotel

Kompas.com - 09/08/2019, 06:04 WIB
Polisi amankan seorang pemuda berinisial HO warga Kecamatan Malili karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang santriwati, Kamis (08/08/2019) MUH. AMRAN AMIR S. HUTPolisi amankan seorang pemuda berinisial HO warga Kecamatan Malili karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang santriwati, Kamis (08/08/2019)

LUWU TIMUR, KOMPAS.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (08/08/2019) sore, menangkap seorang pemuda berinisial HO (21) warga Kecamatan Malili.

HO diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang santriwati salah satu Pondok Pesantren di Masamba, Luwu Utara, berinisial ZP (16), setelah berkenalan melalui media sosial Facebook.

Wakapolres Luwu Timur Kompol Abdul Rachim mengatakan, pelaku melancarkan modusnya operandinya dengan cara kenalan lewat Facebook, pacaran, lalu mengajak ke sebuah hotel.


"Modus operandinya, pelaku dan korban pacaran sehingga terjadi hubungan asmara, setelah menjalin asmara, pelaku mengajak korban ketemuan di Malili," kata Kompol Abdul Rachim, saat dikonfirmasi di Mako Polres Luwu Timur, Kamis.

Baca juga: Lewat Facebook, Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Threesome Bertarif Rp 2 Juta

"Setelah bertemu, pelaku bersama  korban menginap di salah satu Hotel di Kota Malili, sehingga terjadi persetubuhan atas bujuk rayunya. Pelaku berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya." 

Kemudian pada bulan berikutnya yakni Juni 2019, pelaku kembali mengajak korban bertemu dan menginap di rumah salah satu kerabat pelaku Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Luwu Timur selama tiga hari.

Namun kemudian pelaku dan korban terlibat cekcok akibat salah paham sehingga kejadian persetubuhan di hotel pun diketahui keluarga korban. Akhirnya keluarga korban pun melapor ke Mapolres Luwu Timur.

Baca juga: Komplotan Pembunuh SPG di Bogor Cari Korban Via Facebook

Pelaku terancam 15 tahun penjara

Atas laporan tersebut, Satreskrim Polres Luwu Timur langsung melakukan penangkapan kepada pelaku. 

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar baju gamis berwarna hitam bis kuning merek Yumna.

Pelaku kini diamankan di Mapolres Luwu Timur untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Pelaku dijerat Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang, pasal 81 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” jelas Kompol Abdul Rachim.

Baca juga: Ratu dan Pembunuhnya Kenalan lewat Facebook



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Regional
Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X