Panitia Kurban Idul Adha di Sumedang Dilarang Gunakan Kantong Plastik

Kompas.com - 08/08/2019, 18:57 WIB
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir usai salat tarawih di Masjid Agung Sumedang, Jawa Barat, Minggu (5/5/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.com/AAM AMINULLAHBupati Sumedang H Dony Ahmad Munir usai salat tarawih di Masjid Agung Sumedang, Jawa Barat, Minggu (5/5/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Panitia kurban Idul Adha 1440 Hijriah di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diinstruksikan tidak menggunakan kantong plastik untuk daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Instruksi ini dituangkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir ke dalam surat edaran bupati dan telah disebarkan ke seluruh wilayah Sumedang melalui dinas terkait dan camat di 26 kecamatan se-Sumedang.

Larangan penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban ini secara resmi telah disampaikan Pemkab Sumedang melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 660.2/3679.

Surat edaran tersebut berisi imbauan penggunaan kemasan yang ramah lingkungan.

Baca juga: Mayat Bayi Baru Lahir Ditemukan Dalam Kantong Plastik di Tong Sampah

"Imbauan ini dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih, khususnya pada hari raya Idul Adha 1440 Hijriah," ujar Dony, kepada Kompas.com, di Gedung Negara Sumedang, Kamis (8/8/2019).

Dony menuturkan, dalam teknisnya, seluruh pimpinan instansi, ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan seluruh panitia kurban di wilayah Sumedang, wajib menghindari penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging kurban.

Sebagai alternatif pengganti, kata Dony, panitia kurban bisa menggunakan daun pisang, daun jati, daun tisuk, besek, atau kemasan berbahan alami lainnya sebagai bungkus untuk daging kurban tersebut.

"Masih banyak kemasan yang lebih ramah lingkungan, dan bisa dipergunakan untuk pembungkus daging kurban. Dengan seperti itu, berarti telah membantu meminimalisasi penggunaan plastik," tutur dia.

Baca juga: Bara Api di Tungku Sebabkan 3 Rumah di Sumedang Ludes Terbakar

Dony menyebutkan, seluruh panitia kurban agar tidak membuang limbah dan kotoran hewan kurban ke sungai.

Sebab, kata Dony, jika kotoran atau limbah tersebut dibuang ke sungai, maka aliran sungai akan menjadi tercemar dan itu bisa merusak habitat di aliran sungai.

"Tolong juga, limbah hewan kurban itu nantinya tidak dibuang ke sungai. Lebih baik kubur saja kotaran-kotoran itu ke dalam tanah, agar berfungsi menjadi pupuk. Dengan imbauan ini, dapat terwujud aktualisasi kepedulian warga terhadap lingkungan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X