Janjikan Beli Ponsel, Ayah Tega Cabuli Putrinya Selama 6 Tahun

Kompas.com - 08/08/2019, 17:03 WIB
Pelaku RG saat dimintai keterangan di Mapolsek Walenrang, Kabupaten Luwu atas perbuatannya yang tega melakukan persetubuhan terhadap anaknya sendiri, Kamis (08/08/2019) MUH. AMRAN AMIR S. HUTPelaku RG saat dimintai keterangan di Mapolsek Walenrang, Kabupaten Luwu atas perbuatannya yang tega melakukan persetubuhan terhadap anaknya sendiri, Kamis (08/08/2019)

LUWU, KOMPAS.com – Seorang ayah berinisial RG (47) tega menyetubuhi anak kandungnya berinisial UG (18) di Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu.

Pelaku RG diamankan di rumahnya di Kecamatan Walenrang Timur setelah korban dan ibunya melapor di Mapolsek Walenrang, Kamis (08/08/2019).

Kejadian yang menimpa korban UG ini telah berlangsung selama 6 tahun sejak 2013 saat korban berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Baca juga: Seorang Pria Diduga Sekap dan Cabuli Remaja 14 Tahun


Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu AKP Faisal Syam mengatakan, pelaku awalnya merayu korban dengan mengiming-imingi akan membelikan ponsel.

“Untuk melancarkan aksinya pelaku mengimingi korban akan membelikan ponsel dan korban pun mengikuti. Pada bulan Juni korban melaporkan kejadian ini kepada orangtuanya (ibu-Red) di Malaysia. Setelah orangtuanya tiba, korban ditemani ibunya melapor di Polsek Walenrang,” kata Faisal.

Sebelumnya, korban UG telah menyampaikan kejadian yang ia alami ke neneknya namun sang nenek tidak mempercayainya.

“Sebenarnya korban sudah berusaha menyampaikan ke neneknya, namun s telah berulang kali dilakukan, neneknya tetap tidak mempercayai keterangan dari si korban sehingga begitu ibunya datang baru diceritakan,” ucapnya.

Baca juga: Pria Beristri 5 yang Cabuli Anaknya 50 Kali Gemar Nonton Video Porno

Sementara itu, Kapolsek Walenrang AKP Rafli mengatakan, RG awalnya mengelak dan tidak mengakui perbuatannya. Namun, setelah dikonfrontasi dengan korban, RG akhirnya mengaku.

"Setelah kita pertemukan dengan korban, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya,” ujar Rafli.

Saat dimintai keterangan di Mapolsek Walenrang, SG mengaku telah menggauli anaknya selama 6 tahun. Pertama kali dilakukan pada tahun 2013, saat ibunya bekerja di Malaysia dan terakhir dilakukan pada 29 Juli 2019.

Pelaku kini ditahan di Mapolsek Walenrang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku terancam Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, pasal 81 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Pelaku, korban UG, dan nenek korban tinggal satu rumah, sementara ibu korban MN (37) merantau ke Malaysia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X