Di Bandung, Got Akan Disulap Jadi Wisata Air

Kompas.com - 08/08/2019, 15:27 WIB
Pemerintah Kota Bandung bakal menyulap got di koridor Jalan Guntursari Wetan, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, menjadi area wisata air. PUTRA PRIMA PERDANAPemerintah Kota Bandung bakal menyulap got di koridor Jalan Guntursari Wetan, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, menjadi area wisata air.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung terus berupaya menghadirkan daya dukung lingkungan hidup yang nyaman bagi warga Kota Bandung. Salah satunya adalah penyediaan air bersih di beberapa wilayah.

Untuk itu Pemkot Bandung bakal menyulap got di koridor Jalan Guntursari Wetan, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, menjadi area wisata air.

Pemkot Bandung menggandeng unsur kewilayahan untuk menjernihkan air di sepanjang drainase tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, selain wisata air, di lokasi tersebut nantinya dilengkapi dengan ekosistem air dan lahan untuk menanam sayuran.

“Setelah airnya dijernihkan, nantinya area drainasenya akan dibibit (disebar bibit) ikan-ikan. Di sekelilingnya akan ditanami beraneka ragam sayuran,” kata Yana, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Indekos dengan Kamar di Bawah 10 Unit Juga Bakal Dikenakan Pajak

Yana berharap lewat kolaborasi masyarakat dan Pemkot Bandung, ke depan setelah rampung lokasi wisata tersebut bisa dijaga keasriannya oleh masyarakat sekitar

“Harus diaga bersama. Semoga wisata ini nantinya memiliki nilai ekonomis serta daya dukung lingkungan, minimal bagi masyarakat sekitar area ini,” tuturnya.

Yana menargetkan pembangunan area wisata air dan tanaman di koridor jalan seluas 400 meter tersebut bisa selesai bulan depan.

“Nanti kita bisa lihat hasilnya. Dengan terciptanya area ini sebagai tempat ekosistem ikan dan tumbuhan, maka daya dukung lingkungan di Kota Bandung meningkat. Ya, buktinya ikan saja bisa hidup begitu,” ujarnya.

Baca juga: Penyandang Tunanetra di Wyata Guna Bandung Terancam Terusir

Ramalis Subandi, peneliti perkotaan dari Yayasan Tunas Nusa menyebutkan, pembangunan area wisata air baru ini memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan air dan ketahanan pangan di Kota Bandung.

“Selain airnya jernih, di sana juga ada beberapa unsur pangan seperti ikan dan sayuran yang akan ditanam. Dengan ini, ketahanan pangan dan ketahanan air bersih yang menjadi problem Kota Bandung bisa selesai,” ujar Ramalis.

Jika berhasil, lanjut Ramalis, rencananya area wisata air ini akan menjadi pilot project untuk diterapkan di beberapa wilayah di Kota Bandung.

Sampai saat ini ada dua titik area wisata air yang sedang dibangun oleh Pemkot Bandung yait Wetland Cisurupan dan Babakan Irigasi Pagarsih di Pasar Uleukan, Astanaanyar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X