Kompas.com - 08/08/2019, 07:58 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Muhammad Rusdi saat keluar dari ruang sidang usai membacakan pleidoinya di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (7/8/2019). KOMPAS.com/HIMAWANTerdakwa kasus pembunuhan taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Muhammad Rusdi saat keluar dari ruang sidang usai membacakan pleidoinya di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (7/8/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim jaksa penuntut umum tidak akan mengubah isi tuntutannya kepada Muhammad Rusdi, terdakwa kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar

Hal ini diungkapkan jaksa Tabrani saat menanggapi pleidoi yang dibacakan penasihat hukum Muhammad Rusdi di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/8/2019).

"Terkait surat pembelaan penasihat hukum terdakwa, kami JPU tetap pada tuntutan bahwasanya apa yang menjadi fakta-fakta yang terungkap di persidangan kami tidak sependapat karena tidak ditemukan bukti-bukti," kata Tabrani saat diwawancara di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu. 

Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Minta Keringanan Hukuman

Terkait pengakuan Rusdi yang menyebut hanya melakukan satu kali pukulan ke tubuh Aldama Putra Pongkala, Tabrani mengatakan itu merupakan hak terdakwa mengakui. 

Namun, menurutnya dari saksi yang pernah dihadirkan di persidangan menyebut bahwa ia mendengar suara pukulan di tubuh Aldama ketika Aldama dipanggil menemui Rusdi 3 Februari 2019 lalu. 

Hal ini juga, kata Tabrani sudah sesuai dengab hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap jasad almarhum Aldama Putra Pongkala. 

"Memang faktanya ada pukulan dia jatuh. Tetap kita mengakui di persidangan ada dua kali pemukulan yang dilakukan di sekitar ulu hati," imbuhnya. 

"Mudah-mudahan majelis hakim dalam meutus ini seadil-adilnya bagi kami, saya kira putusan itu bisa terbukti sesuai dengan tuntutan yang kami berikan," pungkasnya. 

Baca juga: Pledoi, Terdakwa Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Sebut Aturan Lalu Lintas Berlaku di Kampus

Minta keringanan hukuman

Sebelumnya diberitakan Sri Wahyuni, penasihat hukum Muhammad Rusdi, terdakwa kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makaassar meminta majelis hakim meringankan hukuman kepada Rusdi. 

Permohonan tersebut dibacakan dalam pleidoi (nota pembelaan) terdakwa saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (7/8/2019).

Terdakwa Rusdi tidak sepakat jaksa penuntut umum menuntutnya hukuman 10 tahun penjara. 

"Kami berpendapat bahwa dakwaan saudara JPU yang mendakwa dan menuntut terdakwa dengan pasal 338 ayat 2 KUHP dan dihukum 10 tahun penjara merupakan hak yang berat," ujar Sri Wahyuni. 

Baca juga: Dituntut 10 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Ajukan Pembelaan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X