Kisah Warenhuis, Supermarket Berumur 103 Tahun Peninggalan Belanda: Dulu Ditelantarkan Kini Jadi Rebutan

Kompas.com - 08/08/2019, 07:48 WIB
Warenhuis, supermarket pertama di Kota Medan yang dibangun masa kolonial Belanda, Rabu (7/8/2019) MEI LEANDHA ROSYANTIWarenhuis, supermarket pertama di Kota Medan yang dibangun masa kolonial Belanda, Rabu (7/8/2019)

MEDAN, KOMPAS.comWarenhuis adalah supermarket pertama di Kota Medan yang dibangun masa kolonial Belanda. Berlantai dua, pilar-pilarnya kokoh menantang matahari di Jalan Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Di dinding gedung yang catnya sudah kusam terdapat tulisan: mulai dibangun pada 1916 oleh arsitek berkebangsaan Jerman G Bos dan diresmikan pada 1919 oleh wali Kota Medan pertama Daniel Baron Mackay. 

Tidak diketahui pasti siapa pemilik pusat perbelanjaan ini, sekarang statusnya adalah aset milik Pemerintah Kota Medan. Selain milik pemerintah setempat, gedung berusia 103 tahun itu juga menjadi cagar budaya.
 
Sekretaris Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (PUSSIS) Universitas Negeri Medan Erond Damanik pernah mengatakan, bangunan seluas 15 x 30 meter ini memiliki bungker untuk tempat menyimpan barang dagangan. 
 
Supermarket ini menjual berbagai jenis barang, mulai makanan, pakaian, hingga produk elektronik. Menjadi saksi dan bukti kalau sistem perdagangan di Kota Medan sudah maju sejak lama.
 
 

Ditinggal, ditelantarkan, terbakar, lalu jadi rebutan

 
Namun hanya bertahan sampai 23 tahun, tutup begitu Jepang masuk ke Kota Medan. Sang pemilik, sekira tahun 1942 memilih pulang kampung ke Belanda karena kondisi Kota Medan yang mulai tidak kondusif. 
 
Sejak ditinggalkan, gedung kokoh itu sempat menjadi kantor departemen tenaga kerja. Setelah itu dibiarkan terlantar dimakan usia dan belukar, lalu terbakar pada 2013.
 
Pascakebakaran 2013, beberapa warga yang sehari-hari berjualan menjadikannya tempat tinggal hingga saat ini. 
 
Kemudian, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) juga menjadikan gedung dingin dan megah ini sebagai sekretariatnya.
 
Walhasil, dinding buramnya menjadi gantungan plank nama organisasi dan spanduk parpol. Selain jadi tempat tinggal. 
 
 
Tiba-tiba, Pemkot Medan ingin mengosongkan bangunan bersejarah itu dari aktivitas apapun pada Selasa (6/8/2019).
 
Ratusan personel gabungan mulai Satuan Polisi Pamong Praja dengan seragam anti huru-hara, Polrestabes Medan dan Kodim 0201/BS turun ke lokasi.
 
Mendadak Jalan Ahmad Yani menjadi macet dan sempit akibat mobil-mobil yang parkir. 
 
Rupanya pengosongan berjalan alot, ada penolakan berujung negosiasi. Akhirnya, Kasat Pol PP Kota Medan Muhammad Sofyan batal menggusur, alasannya karena permintaan penghuni gedung yang dibangun di atas lahan seluas 1.752 meterpersegi itu. Dia memberi waktu tiga hari ke depan.
 
“Mereka mau mengosongkan sendiri, minta waktu tiga hari. Kita setujui dan sepakati karena ada surat pernyataan bermaterai dan ditandatangani penghuni bangunan,” kata Sofyan, Rabu (7/8/2019).
 

Drama pengosongan vs permintaan ganti rugi

 
Sebelumnya, masih kata Sofyan, pihaknya sudah melayangkan surat untuk mengosongkan gedung sebanyak tiga kali namun tidak diindahkan.
 
Dia bilang, gedung akan digunakan untuk kepentingan Pemkot Medan. Dirinya tak menampik kalau selama ini, bangunan heritage yang menjadi spot foto populer di kalangan millenial dan turis tak dirawat. 
 
"Pemko Medan akan mengambil alih peruntukkannya. Tidak diperkenakan siapapun menempatinya dan melakukan aktifitas tanpa izin di sini. Kita akan terus melakukan pengawasan, kalau para penghuni ternyata tidak meninggalkan gedung, langsung kita tertibkan," tegasnya.
 
 
Salah seorang penghuni gedung, Wati (41), mengaku dirinya adalah generasi ketiga yang tinggal di gedung itu.
 
Dirinya mengaku bersedia meninggalkan gedung namun berharap diberikan tempat tinggal pengganti.
 
Atau, selama belum direnovasi, mereka tetap diizinkan menempati gedung. Ditanya apakah ada menerima surat untuk mengosongkan tempat tinggalnya, perempuan bertubuh tambun itu menggeleng.
 
"Kami baru dapat infonya semalam," ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Regional
Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Regional
Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Local Lockdown' Kota Tasikmalaya: Semua Transportasi Umum Tak Boleh Masuk, Pengusaha Angkutan Umum Diminta Tak Panik

Local Lockdown" Kota Tasikmalaya: Semua Transportasi Umum Tak Boleh Masuk, Pengusaha Angkutan Umum Diminta Tak Panik

Regional
Gunung Merapi Meletus untuk Kedua Kalinya pada Hari Ini

Gunung Merapi Meletus untuk Kedua Kalinya pada Hari Ini

Regional
UPDATE Corona di Sumsel 28 Maret: Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 2 Orang

UPDATE Corona di Sumsel 28 Maret: Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 2 Orang

Regional
UPDATE Covid-19 di Sumut 28 Maret: 14 Positif Corona, 4.064 ODP

UPDATE Covid-19 di Sumut 28 Maret: 14 Positif Corona, 4.064 ODP

Regional
Bupati Aceh Besar Surati Kemenhub Minta Bandara Sultan Iskandar Muda Ditutup Sementara

Bupati Aceh Besar Surati Kemenhub Minta Bandara Sultan Iskandar Muda Ditutup Sementara

Regional
UPDATE 28 Maret: Jumlah Positif Corona di Kepri Jadi 6, Pasien Keenam Sempat Menghilang Saat Akan Dibawa ke RS

UPDATE 28 Maret: Jumlah Positif Corona di Kepri Jadi 6, Pasien Keenam Sempat Menghilang Saat Akan Dibawa ke RS

Regional
Perjuangan Polisi Bubarkan 3 Resepsi dalam Semalam, Warga Ngotot Corona Tak Bisa Sampai ke Pegunungan

Perjuangan Polisi Bubarkan 3 Resepsi dalam Semalam, Warga Ngotot Corona Tak Bisa Sampai ke Pegunungan

Regional
Bupati Lamongan Minta Pedagang Kaki Lima di Perantauan Tak Mudik dan Berjualan Secara Online

Bupati Lamongan Minta Pedagang Kaki Lima di Perantauan Tak Mudik dan Berjualan Secara Online

Regional
Jelang Local Lockdown, Pemkot Tegal Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar hingga Logistik 4 Bulan

Jelang Local Lockdown, Pemkot Tegal Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar hingga Logistik 4 Bulan

Regional
PDP Asal Cilacap yang Meninggal di Purwokerto Positif Terinfeksi Covid-19

PDP Asal Cilacap yang Meninggal di Purwokerto Positif Terinfeksi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X