Guguran Lava Pijar Gunung Karangetang Mencapai 1.750 Meter, Belum Ada Warga Mengungsi

Kompas.com - 08/08/2019, 06:09 WIB
Gunung Karangetang. Dok. PVMBGGunung Karangetang.

MANADO, KOMPAS.com - Guguran lava Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, sudah sejauh 1.750 meter, Rabu (7/8/2019).

Guguran lava itu mengarah ke Sungai Sense. Namun, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro menyebutkan belum ada warga yang diungsikan.

" Guguran lava pijar masih terus keluar. Warga yang mengungsi belum ada. Tapi, kita tetap koordinasi. Ada beberapa tempat warga tidur di rumah keluarganya. Tapi, itu belum kategori mengungsi," kata Kepala  Kepala Pelaksana BPBD Sitaro Bob Wuaten saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu malam.

Menurut Bob, aktivitas Gunung Karangetang hanya mengeluarkan guguran lava dan tidak ada hujan abu. 

Pos pantau di beberapa desa terus memantau aktivitas gunung. Personel BPBD saling gantian memantau dengan masyarakat, TNI dan Polri.

Baca juga: Senin Siang, Guguran Lava Gunung Karangetang Meluncur ke 4 Sungai

Karena belum ada peningkatan status kebencanaan, BPBD sudah meminta masing-masing daerah mengoptimalkan fungsi-fungsi regulernya, utamanya daerah yang berpotensi terdampak guguran lava pijar Gunung Karangetang.

Sesuai periode pengamatan sepanjang Rabu pukul 12.00-18.00 Wita, guguran lava pijar juga mengarah ke Sungai Pangi, Kahetang, dan Nanitu.

Ke Sungai Pangi jarak luncuran lebih kurang 1.500 meter dan itu dari kawah utama. Jarak luncuran itu sama ke Sungai Nanitu.

Kemudian, guguran lava pijar juga mengarah ke Sungai Kahetang dengan jarak luncuran lebih kurang 750 meter.

Baca juga: Gunung Karangetang Masih Terus Keluarkan Guguran Lava

Status siaga, warga diminta siapkan masker

Petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Aditya Gurasali menjelaskan, status siaga masih berlanjut sampai saat ini.

Warga, pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekat dan tidak melakukan aktivitas pendakian di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Sungai Batuare, dan Saboang.

Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

"Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," kata dia.

Baca juga: 4 Fakta Baru Erupsi Gunung Karangetang, Sinar Api dari Kawah hingga Warga Belum Mengungsi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

Regional
Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Regional
Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

Regional
BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

Regional
Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Regional
Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Regional
Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Regional
Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X