Terkuak di Sidang, Tahanan Minum Air Keran dan Miras di Rutan Polda NTB

Kompas.com - 07/08/2019, 21:45 WIB
Tiga orang saksi memberikan keterangan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (7/8/2019), terkait pungli dan gratifikasi yang dilakukan Kompol Tuti Maryati selama bertugas di Rutan Pokda NTB FITRI RTiga orang saksi memberikan keterangan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (7/8/2019), terkait pungli dan gratifikasi yang dilakukan Kompol Tuti Maryati selama bertugas di Rutan Pokda NTB

MATARAM, KOMPAS.COM - Dalam persidangan dugaan gratifikasi dan pungutan liar yang dilakukan terdakwa Kompol Tuti Maryati, muncul fakta baru yang mengejutkan dan membuat miris.

Dalam persidangan di Pengadilan TIndak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Rabu (7/8/2019), tiga saksi dihadirkan dari Rutan Pulau Sumbawa dan Bima.

Ketiganya adalah terpidana kasus narkotika, masing-masing Anshari, Firman, dan Zulkifli.

Baca juga: Fakta Baru di Sidang Dorfin Felix: Titipan Pesan Kompol Tuti ke Napi Lain

Selain menjadi korban pungli Kompol Tuti, para saksi terpaksa harus minum air keran karena tak ikut menyetor bayar air minum sebesar Rp 5000. Selain itu, ada yang mengaku bebas meminum minuman keras di Rutan Polda, sisa barang bukti kasus yang dilimpahkan.

"Saya minum air keran, karena enggak ikut iuran air galon," kata Anshari dalam kesaksiannya.

"Minum air keran? kenapa minum air keran?" tanya Ketua Majelis Hakim Sri Sulastri kaget.

"Karena saya hanya bayar iuran sampai Rp 25.000, tidak ikut bayar air minum di rutan," ungkap Anshari tenang.

Bukan hanya minum air keran, Anshari juga kedapatan minum minuman keras di blok C atau laintai 2 Rutan Polda.

"Saya dipindah ke lantai atas, karena ketahuan minum minuman keras, sisa barang bukti pelimpahan, ketahuan terus dipindah di sel atas," kata Anshari.

Hakim makin terkejut di Rutan Polda miras bisa dikosumsi tahanan dengan begitu mudah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X