3 Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Jaringan Narkoba 50 Kg Bertugas Kembali di Polres Sampang

Kompas.com - 07/08/2019, 17:45 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan bersama jajarannya saat merilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANKapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan bersama jajarannya saat merilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (31/7/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kasubbid Provos Bidpropam Polda Jawa Timur Kompol Teddy Chandra mengatakan, tiga anggota polisi yang diduga terlibat jaringan narkoba 50 kilogram di Kecamatan Sokobanah, sudah dikembalikan ke Polres Sampang.

Ketiga anggota polisi itu adalah Ipda S (mantan Kanit Intel Polsek Sokobanah), Brigadir ES anggota Babinsa Polsek Sokobanah, dan Brigadir W staf Polres Sampang.

Ia menyebut, tiga anggota polisi itu telah aktif dan bertugas kembali di Polres Sampang. Namun, ketiganya dalam pengawasan.

"Iya, sudah (dikembalikan), tapi tetap dalam pengawasan Propam. Karena masa pengamanan di provos untuk pemeriksaan, kan hanya dibatasi, sesuai aturan kan 7 hari," kata Teddy, saat dihubungi, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: 3 Anggota Polres Sampang Diduga Terlibat Jaringan Sabu 50 Kg, Ini Peranannya...

Saat ini, pengawasan terhadap ketiganya akan dilakukan Propam Polres Sampang.

"Tadi pagi dijemput kasi Propam Polres Sampang. Nanti mereka akan menunggu sidang dari hankum. Tapi, mereka tetap dalam pengawasan Propam Polres Sampang, karena mereka sudah kami limpahkan," ujar dia.

Mengenai sanksi yang akan diberikan, akan menunggu dari atasan yang berhak menghukum.

Ia menyebutkan, terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan tiga anggota polisi tersebut, ada tujuh sanksi atau hukuman disiplin yang dapat dikenakan.

Sanksi itu, antara lain, teguran tertulis, penundaan pendidikan, penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan pangkat, mutasi bersifat demosi, pembebasan dari jabatan, hingga penempatan khusus atau ditahan selama paling lama 21 hari.

"Sanksi-nya itu nanti hankum, setelah menerima berkas dari provos itu, mereka akan memintakan saran hukum ke bidang hukum polda. Nah, nanti dari bidang hukum polda setelah diteliti, baru dia memberikan rekomendasi terhadap hukuman yang akan dijatuhkan kepada tiga terduga pelanggar itu," ucap dia.

Baca juga: Polda Jatim: 3 Anggota Polres Sampang Diduga Terlibat Jaringan 50 Kg Sabu

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama Satuan Tugas Khusus Narkoba Polda Jatim berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dengan jumlah besar di Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polda Jatim dan Satgas Narkoba turut menyita 50 kilogram sabu-sabu dan 99 butir pil ekstasi.

Puluhan kilogram barang terlarang itu merupakan barang kiriman dari Malaysia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Regional
Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X