Warganya Jaminkan Motor untuk Ambil Jenazah, Ini Upaya Pemkab Magetan

Kompas.com - 07/08/2019, 17:12 WIB
Suparni, istri Sabbarudin selalu mengucapkan terimakasih kepada setiap orangyang berkunjung kerumahnya karena merasa terbantu. Anaknya Lilik Puryani  terpakasa menjaminkan sepeda motor miliknya untuk membawa pulang jenazah bapaknya yang meninggal di RSI Madiun setelah dirawat selama 2 hari. SUKOCOSuparni, istri Sabbarudin selalu mengucapkan terimakasih kepada setiap orangyang berkunjung kerumahnya karena merasa terbantu. Anaknya Lilik Puryani terpakasa menjaminkan sepeda motor miliknya untuk membawa pulang jenazah bapaknya yang meninggal di RSI Madiun setelah dirawat selama 2 hari.

MAGETAN, KOMPAS.com -Pemerintah Kabupaten Magetan Jawa Timur turun tangan membantu warganya yang kesulitan membayar denda BPJS senilai lebih dari 6 juta rupiah dari almarhum Sabbaruddin warga Desa Gondang Karang Rejo yang meninggal di RSI Madiun Minggu (4/8/2019).

Kabag Humas dan Protokol Wahyu Saptawati Budi Utami mengatakan, pemerintah daerah berupaya untuk membantu menyelesaikan permasalahan biaya perawatan almarhum.

Pemkab Magetan akan berupaya untuk membantu penyelesaian terkait permasalahan yang dihadapi oleh keluarga almarhum," ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Sepeda Motor Jadi Jaminan Ambil Jenazah, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Sugeng Widodo, menantu dari Sabbaruddin mengaku telah mendapat kunjungan dari Dinas Sosial terkait permasalahan yang dihadapi keluarganya.

Dinas Sosial Magetan juga menanyakan jumlah denda yang harus dilunasi oleh keluarga almarhum selama perawatan Sabbaruddin di RSI Madiun.

Dia mengatakan, jumlah yang harus dilunasi saat ini sekitar Rp 5.900.000 dari jumlah awal Rp 6.800.000.

“Awalnya 6,8 kemudian dikurangi pengembalian obat terakhir tinggal sekitar 5,9,” katanya.

Baca juga: Porsche 817 Seharga Rp 2,5 Miliar Tabrak Motor dan Pohon, Berapa Biaya Perbaikannya?

Sebelumnya, Lilis Puryani terpaksa menjaminkan sepeda motor milik orang tuanya ke RSI Madiun agar bisa membawa pulang jenazah bapaknya untuk dikebumikan.

Sabbarudin meninggal pada Minggu (7/8/2019) setelah dirawat selama 2 hari di RSI Madiun.

Meski menggunakan BPJS, namun keluarga Sabbarudin harus menanggung denda keterlambatan pembayaran BPJS sebesar Rp 6 juta lebih.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X