2 Warga Aceh Tamiang Selundupkan 88 Ekor Ayam Aduan dari Thailand Bernilai Puluhan Miliar

Kompas.com - 07/08/2019, 15:18 WIB
Komandan Lantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid K di Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan (tengah) menunjukkan ayam aduan tanpa dokumen yang diselundupkan dari Thailand. DewantoroKomandan Lantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid K di Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan (tengah) menunjukkan ayam aduan tanpa dokumen yang diselundupkan dari Thailand.

MEDAN, KOMPAS.com - Dua orang warga Aceh Tamiang ditangkap Satgas Intelmar Fleet One Quick Response (FIQR) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Koarmada I, di perairan Selat Malaka, Minggu (4/8/2019).

Keduanya ditangkap karena menyelundupkan 88 ekor ayam aduan dalam 76 kotak yang bernilai puluhan miliar rupiah. Kedua orang itu bernama Andi Arika dan Fahrizul.

Komandan Lantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid K mengatakan, keseluruhan ayam aduan tersebut diangkut dengan perahu berkekuatan 8-10 GT.

Baca juga: Selundupkan 10 Kg Sabu-sabu ke Indekos, Seorang Pria Ditangkap

Pengungkapan adanya penyelundupan ayam dari Thailand melalui jalur air ini berdasarkan informasi masyarakat.

Dari informasi tersebut pihaknya kemudian bergerak bersama dengan Posal Pangkalan Susu dan KRI Siada-862 untuk melakukan penelusuran di perairan Selat Malaka.

"Kami sempat kucing-kucingan dengan mereka. Kan kadang mereka ini lebih pintar. Tapi, setelah diintai selama satu bulan, kami temukan modusnya. Dengan koordinasi antar-instansi kami berhasil menggagalkan penyelundupan mereka," kata Abdul, di Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan, Rabu (7/8/2019).

Menurutnya, perahu yang ditangkap ini adalah satu dari lima perahu yang dikejar oleh petugas. Namun, perahu yang ditangkap merupakan perahu yang membawa ayam paling banyak.

Setelah penangkapan, pihaknya membawa perahu beserta barang bukti ayam aduan tersebut ditarik ke Pos TNI Angkatan Laut Pangkalan Susu kemudian ke Mako Lantamal I Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dan hari ini, kami serahkan barang buktinya. Selanjutnya, barang bukti dititipkan di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan," kata dia.

Rasyid menuturkan, unggas-unggas ini diduga sudah ada pemesannya. Di beberapa kotak terdapat tulisan nama dan nomor telepon.

Ayam-ayam ini juga bukan sembarangan, melainkan sudah merupakan ayam pilihan. Paling murah, kata dia, harga per ekornya Rp 10 juta-Rp 15 juta.

"Tapi, ada juga yang harganya sampai Rp 150 juta per ekor. Silakan kalikan 88 ekor, sudah berapa itu. Apalagi, kalau 4 boat lainnya tertangkap, bisa puluhan miliar itu kan," kata dia.

Kepala Bidang Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Widodo mengatakan, pengungkapan ini merupakan yang pertama kali ditangani tahun ini.

Baca juga: Selundupkan Narkoba ke Bali, Warga Nepal Sembunyikan Sabu di Saluran Pencernaan

Dengan penyerahan ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan laboratorium. "Bisa saja nanti kami lakukan pemusnahan terhadap barang buktinya," kata dia.

Atas perbuatan tersebut, tersangka melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta.

Sementara itu, Andi Arika dan Fahrizul yang masing-masing tangannya diborgol hanya bisa menundukkan kepalanya saat diberi pertanyaan.

Andi Arika mengaku mengambil ayam tersebut di laut. Ketika ditanya berapa upah yang akan diberikan, dia tidak menjawab. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Regional
2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

Regional
Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Regional
5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

Regional
4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

Regional
Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Regional
Telantar di Bandara Dubai, TKI Ini Selamat berkat Sebuah Posting di Facebook

Telantar di Bandara Dubai, TKI Ini Selamat berkat Sebuah Posting di Facebook

Regional
Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

Regional
Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X