Wapada Modus Warga Asing Nikahi WNI untuk Kelabui Kejahatan

Kompas.com - 07/08/2019, 13:56 WIB
Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (7/8/2019). Fadlan Mukhtar ZainPengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (7/8/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Warga negara Indonesia ( WNI) diminta mewaspadai aksi kejahatan yang dilakukan warga negara asing (WNA).

Tidak sedikit WNA yang menikahi orang pribumi untuk mengelabui aksi kejahatannya.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Jawa Tengah (Jateng) Ramli HS mengatakan, dari beberapa kasus yang ditemukan, WNA yang menikah dengan WNI ternyata tersandung masalah narkoba.

Baca juga: Terungkapnya Peredaran Sabu dengan Modus Pindah-pindah Indekos

"Ada beberapa yang mereka itu menjadi modus, menjadi perantaranya, baru kenal dua minggu, kenal lewat Facebook, ini yang perlu diwaspadai," kata Ramli, seusai acara pengukuhan tim pengawasan orang asing tingkat kecamatan se-Kabupaten Banyumas, di Purwokerto, Jateng, Rabu (7/8/2019).

Ramli mengatakan, dalam beberapa kasus, wanita yang menikahi orang asing akhirnya turut tersandung persoalan hukum yang dilakukan suami.

Secara tidak langsung, perempuan menjadi korban kejahatan yang dilakukan suaminya.

"Bukan masalah pernikahannya yang diwaspadai, tapi aktivitas keberadaan orang asing yang terselubung dengan menikah, karena tidak selamanya yang menikah itu benar-benar tulus menikahi. Yang perlu diwaspadai muatan-muatannya, ternyata kepolisian mengamati, apakah dia pengedar narkoba atau apa," ujar Ramli.

Ramli mengatakan, pihaknya memperketat perpanjangan izin tinggal WNA yang menikah dengan WNI.

Baca juga: Ini Modus Pemerkosaan Nenek 74 Tahun oleh Pemuda Beristri di Aceh Utara

 

Bahkan, pihaknya telah membatalkan izin tinggal beberapa WNA yang menikahi WNI karena aktivitasnya melanggar aturan yang ada.

"Awalnya harmonis, namun akhirnya meresahkan masyarakat karena menunjukkan perangai aslinya. (Yang bersangkutan) mengajukan perpanjangan di Solo, ternyata sudah ada TO  (target operasi) dari Mabes Polri, indikasi narkoba," kata Ramli, mencontohkan kasus yang terjadi di Jateng.

Untuk itu, Ramli meminta tim yang telah dibentuk di seluruh kecamatan di Jateng untuk memantau keberadaan WNA. Tim tersebut terdiri dari unsur imigrasi, kepolisian, TNI dan dinas atau instansi terkait.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Regional
CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Regional
Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Regional
Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Regional
Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Regional
6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Regional
Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Regional
4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

Regional
Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Regional
150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Regional
Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X