21 Pekerja Migran Ilegal Bayar Rp 2,5 Juta untuk ke Malaysia, Disembunyikan di Hutan

Kompas.com - 07/08/2019, 13:11 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri kembali berhasil menyelamatkan 21 pekerja migran Indonesia yang hendak dikirim ke Malaysia melalui Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam yang merupajan jalur ilegal. HADI MAULANADirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri kembali berhasil menyelamatkan 21 pekerja migran Indonesia yang hendak dikirim ke Malaysia melalui Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam yang merupajan jalur ilegal.

Saat itulah dilakukan penangkapan kepada tersangka LFH. Petugas juga mengamankan pengurus lainya berinisial RH alias DY di Kampung Tua Pantai Nongsa.

Polisi mengamankan barang bukti berupa boat pancung kayu yang akan digunakan untuk mengirim para PMI secara illegal ke Malaysia.

"21 PMI kini sudah berada di rumah singgah Mapolda Kepri dan selanjutkan akan dipulangkan ke daerah asalnya melalui BP3TKI Tanjungpinang," jelas Erlangga.

Bayar Rp 2,5 juta

Erlangga mengatakan, untuk bisa berangkat ke Malaysia, masing-masing PMI dikenakan biaya Rp 1,7 juta hingga Rp 2,5 juta tanpa melalui perusahaan penyalur PMI yang resmi.

Mereka juga tidak dilengkapi dokumen persyaratan sebagai PMI yang resmi.

Dari 21 korban ini 12 adalah pria dan 9 wanita. 14 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 7 Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: Kisah Pilu TKW Sri Wahyuni, Diperdagangkan dan Disiksa Majikan di Arab Saudi

Selain kapal cepat, polisi juga mengemankan sejumlah barang bukti berupa ponsel, mobil, tiga unit mesin tempel merek Yamaha 40 PK, paspor dan uang tunai Rp 1,7 juta yang disinyalir sebagai uang operasional.

Kedua pelaku diancam Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X