Kebakaran Lahan Nyaris Habiskan Seluruh Tanaman Cengkeh Siap Panen

Kompas.com - 07/08/2019, 12:15 WIB
Lahan Pertanian dan Perkebunan warga di Kilometer 8 Kelurahan Latuppa, Kota Palopo, sulawesi Selatan nyaris habis dilanda kebakaran, Rabu (07/08/2019) MUH. AMRAN AMIR S. HUTLahan Pertanian dan Perkebunan warga di Kilometer 8 Kelurahan Latuppa, Kota Palopo, sulawesi Selatan nyaris habis dilanda kebakaran, Rabu (07/08/2019)

PALOPO, KOMPAS.com – Lahan pertanian dan perkebunan warga di kilometer 8 Kelurahan Latuppa, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (7/8/2019) siang nyaris habis terbakar.

Lahan yang dipenuhi tanaman produktif berupa cengkeh, durian, rambutan dan tanaman lainnya yang juga dipenuhi tumbuhan pakis dan alang-alang nyaris merembet ke permukiman warga.

Beruntung petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palopo, dibantu aparat Kepolisian, TNI dan warga setempat dengan cepat melakukan upaya pemadaman api.

Baca juga: Simpan BBM di Jok Belakang, Mobil Avanza Terbakar


Kepala Seksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran kota Palopo, Muhammad Nur Tandiwajang mengatakan, seperempat hektare lahan sudah terbakar dengan kondisi medan yang terjal dan tanaman rumput sudah mengering setelah dibabat membuat lahan mudah terbakar.

“Beruntung pekerja lahan cepat melaporkan kejadian sehingga cepat tertangani untuk dilakukan pemdaman api bersama warga yang dibantu aparat TNI dan Polisi,” katanya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Rabu.

Baca juga: 5 Fakta Bencana Karhutla, Ancaman Jokowi hingga Gubernur Riau Kena ISPA

Menurutnya, kebakaran lahan warga yang belum diketahui penyebabnya tersebut terjadi di kebun milik Riti (80) yang dikerjakan oleh pekerja Risal (43).

Kebakaran menyebabkan tanaman cengkeh siap panen rusak, begitupun tanaman lainnya.

Api cepat membesar karena banyak tanaman alang-alang dan pakis yang sudah mengering.

"Membuat 10 batang pohon cengkeh siap panen terbakar, durian, rambutan  dan tanaman lainnya. Beruntung cepat ditangani sehingga api tidak merembet ke kebun lainnya dan permukiman warga,” ucapnya.

Lurah Latuppa, Zainal mengatakan, di musim panen cengkeh saat ini yang bertepatan dengan musim kemarau banyak ranting dan seresah yang mudah terbakar.

Ia mengharapkan agar warga di musim kemarau ini berhati-hati dan waspada terhadap ancaman kebakaran lahan.

“Kami mengimbau warga agar tidak membakar di kebun atau sampah termasuk membuang puntung api rokok sembarang, mengingat musim kemarau saat ini rawan terjadi kebakaran,” ujarnya.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Regional
Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Regional
Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah

Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X