2 PNS RSUD Lembang Bandung Jadi Tersangka Korupsi Dana Klaim BPJS Rp 7,7 Miliar

Kompas.com - 06/08/2019, 22:55 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com - Dua PNS Kabupaten Bandung Barat ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana klaim BPJS tahun anggaran 2017. 

Dua PNS yang ditetapkan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar itu yakni berinisial OH, mantan kepala UPT dan MS, mantan Bendahara UPT di RSUD Lembang, Kabupaten Bandung Barat.  

Kasus ini bermula pada periode tahun 2017, pihak UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS sebesar Rp 5,5 miliar secara bertahap, dan pada periode tahun 2018 sampai bulan September 2018 sebesar Rp 5,8 miliar secara bertahap.

Baca juga: BPJS Menunggak Rp 16 Miliar, RS Jogja Disebut Akan Bangkrut, Ini Kata Direkturnya

 

Sehingga jumlah dana klaim BPJS RSUD Lembang mulai dari tahun 2017 sampai Bulan September 2018 yang masuk ke rekening RSUD Lembang adalah sebesar Rp 11,4 miliar.  

Setelah dana klaim BPJS masuk ke rekening, oleh pihak RSUD Lembang seharusnya disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Bandung Barat sebagai pendapatan dalam APBD Kabupaten Bandung Barat.  

"Namun terjadi penyalahgunaan yang dilakukan oleh kepala dan bendahara RSUD Lembang dengan cara tidak menyetorkan sebagian dana klaim BPJS tahun 2017 sampai bulan September 2018," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Selasa (6/8/2019) 

Dana klaim BPJS UPT RSUD Lembang yang disetorkan ke kas daerah berdasarkan bukti surat tanda setoran dari tahun  2017 hingga September 2018 hanya sebesar Rp 3,7 miliar.  

"Sehingga terdapat dana BPJS yang tidak disetorkan oleh UPT RSUD Lembang ke Kas Daerah Kabupaten Bandung Barat dan menjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp 7,7 miliar," ungkap Truno. 

Berdasarkan hasil pengembangan, uang tersebut dibelikan untuk keperluan kedua tersangka berupa barang seperti guci, tas, hiasan dinding, perlengkapan mebel hingga dua bidang tanah dengan luas masing-masing 120 meter persegi dan 132 meter persegi di Provinsi Jambi. 

Baca juga: Data BPJS Kesehatan Salah, Ratusan Warga Datangi Kantor Desa Mejagong

Kini seluruh barang dan tanah yang dimiliki tersangka telah diamankan sebagai barang bukti. 

Atas perbuatanya, kedua tersangka dijerat Pasal 2, 3 dan Pasal 8 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 dan 64 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman di atas lima tahun penjara. 

Kasus ini pun telah dilimpahkan ke Kejati hingga menunggu persidangan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelang Merah Jambu, Pelindung Lansia dari Covid-19

Gelang Merah Jambu, Pelindung Lansia dari Covid-19

Regional
Bawaslu RI Catat Ada 83 Kampanye Pilkada Serentak 2020 Dibubarkan

Bawaslu RI Catat Ada 83 Kampanye Pilkada Serentak 2020 Dibubarkan

Regional
Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Regional
Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Regional
Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Regional
Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Regional
Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Regional
Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Regional
Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Regional
Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai 'Rapid Test' Nonreaktif

Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai "Rapid Test" Nonreaktif

Regional
Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

Regional
Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Regional
Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X